Pesta juara Inter Milan di panggung Liga Italia terpaksa tertunda setelah mereka hanya mampu membawa pulang satu poin dari markas Torino. Bertanding di Stadion Torino pada Minggu, 26 April 2026, malam WIB, skuad asuhan Cristian Chivu harus puas dengan hasil imbang 2-2.
Seperti dilansir dari Medcom, hasil seri pada lanjutan pekan ke-34 Liga Italia 2025/2026 ini membuat langkah Nerazzurri untuk segera mengamankan Scudetto menjadi terhambat. Meski masih bertengger di puncak klasemen, keunggulan mereka kini terpangkas menjadi 10 angka dengan sisa empat pertandingan musim ini.
Inter Milan sejatinya memulai pertandingan dengan sangat dominan meskipun harus tampil tanpa penyerang andalan, Lautaro Martínez, yang mengalami cedera. Tim tamu memecah kebuntuan pada menit ke-23 melalui tandukan jarak dekat Marcus Thuram.
Gol tersebut bermula dari umpan matang Federico Dimarco yang sekaligus mencatatkan sejarah baru. Bek sayap timnas Italia itu resmi menjadi pemegang rekor assist terbanyak dalam satu musim Serie A dengan total 17 assist, melewati pencapaian Papu Gómez pada musim 2019/2020.
Memasuki babak kedua, Nerazzurri tampak akan memenangkan laga dengan mudah setelah Yann Bisseck menggandakan skor pada menit ke-61. Bisseck berhasil mengonversi umpan akurat dari sepak pojok yang kembali dilepaskan oleh Federico Dimarco.
Namun, keunggulan dua gol tersebut gagal dipertahankan oleh lini pertahanan Inter. Torino yang bangkit di hadapan pendukungnya sendiri memperkecil ketertinggalan pada menit ke-70 melalui aksi Giovanni Simeone setelah bekerja sama dengan Emirhan Ilkhan.
Drama terjadi di penghujung laga saat sundulan Duvan Zapata mengenai tangan Carlos Augusto di dalam kotak penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah melakukan tinjauan melalui layar VAR (Video Assistant Referee).
Nikola Vlasic yang maju sebagai eksekutor penalti berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan kerasnya ke pojok atas gawang tidak mampu dihalau oleh kiper Yann Sommer, sekaligus mengubah kedudukan menjadi 2-2.
Inter sempat mengira telah memenangkan pertandingan di masa injury time melalui gol Henrikh Mkhitaryan. Akan tetapi, wasit menganulir gol tersebut karena Marcus Thuram sudah terlebih dahulu berada dalam posisi offside sebelum proses gol terjadi.
Torino menurunkan Paleari di bawah mistar dengan formasi pertahanan yang digalang Coco, Ismajli, dan Ebosse. Di lini tengah, mereka mengandalkan Ilkhan, Gineitis, dan Vlasic untuk menopang pergerakan Adams dan Simeone di lini depan.
Di sisi lain, Inter Milan memasang Yann Sommer sebagai penjaga gawang utama. Lini belakang diisi oleh Bisseck, Akanji, dan Augusto, sementara lini tengah diperkuat oleh duet Barella dan Zielinski yang menyokong duet penyerang Marcus Thuram dan Bonny.
| Paleari | Sommer |
| Ismajli, Coco, Ebosse | Bisseck, Akanji, Augusto |
| Ilkhan, Vlasic, Lazaro | Barella, Zielinski, Dimarco |
| Simeone, Adams | Thuram, Bonny |
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·