Inter Milan gagal mengamankan poin penuh setelah ditahan imbang Torino 2-2 di Stadion Olimpico Grande Torino pada Minggu, 26 April 2026, meski sempat unggul dua gol melalui Marcus Thuram dan Yann Bisseck.
Hasil ini membuat langkah Nerazzurri menyegel gelar juara terhambat karena hanya mengumpulkan satu poin tambahan, sementara Giovanni Simeone dan penalti Nikola Vlasic berhasil menyelamatkan muka tuan rumah.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengungkapkan bahwa kelelahan fisik menjadi faktor penentu setelah timnya mendominasi penguasaan bola hingga 63 persen namun gagal mempertahankan keunggulan.
"Ada penyesalan. Kami sebenarnya sudah menguasai pertandingan, tetapi kebobolan serangan terakhir mereka di mana mereka menemukan lebih banyak energi," tutur Chivu seusai laga, seperti dikutip dari SempreInter.
Juru taktik asal Rumania itu menambahkan bahwa kesalahan dalam transisi permainan memicu runtuhnya kepercayaan diri para pemain di penghujung laga.
"Gol pertama membuat kami takut dan gol kedua menyusul." kata Chivu.
Upaya untuk membalikkan keadaan dilakukan oleh skuat Inter, namun Chivu mengakui risiko yang dihadapi cukup besar.
"Kami mencoba untuk membuat skor menjadi 3-2, tetapi dalam pertandingan tertentu Anda berisiko kalah." ujar Chivu.
Meski kecewa, ia tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan tim lawan yang tampil gigih di hadapan pendukungnya sendiri.
"Pujian untuk Torino, mereka tidak pernah menyerah dan bahkan bisa saja unggul terlebih dahulu." tutur Chivu.
Chivu juga memberikan analisis mendalam mengenai penurunan performa anak asuhnya setelah melewati jadwal kompetisi yang padat.
"Tidak pernah mudah untuk pergi ke stadion tertentu pada fase musim ini setelah menghabiskan begitu banyak energi," ujar Chivu.
Insiden teknis di lapangan dianggap sebagai pemicu munculnya tekanan mental bagi para pemain Inter.
"Mungkin Anda unggul 2-0 dan berpikir semuanya mudah, bahwa Anda mengendalikan semuanya." kata Chivu.
Kesalahan fatal dalam membangun serangan menjadi titik balik yang dimanfaatkan oleh Torino untuk bangkit.
"Kemudian Anda kebobolan 2-1 karena kesalahan dalam membangun serangan dan hantu-hantu itu muncul, handball terjadi." tutur Chivu.
Ia juga menyinggung beberapa keputusan pengadil lapangan yang dianggap tidak menguntungkan tim tamu.
"Kemudian keputusan wasit merugikan dan Anda harus menerima comeback yang bisa saja berakhir lebih buruk." ujar Chivu.
Di luar lapangan, sepak bola Italia diguncang pengunduran diri Gianluca Rocchi dari jabatan penunjuk wasit pada Sabtu, 25 April 2026, menyusul tuduhan kecurangan olahraga dari Kejaksaan Milan.
Rocchi diduga memanipulasi penunjukan wasit untuk menguntungkan Inter Milan musim ini dan mengintervensi keputusan VAR pada laga Udinese kontra Parma 1 Maret 2025.
Meskipun berada dalam tekanan penyelidikan hukum, Rocchi menyatakan tetap optimistis menghadapi kasus ini.
"Saya yakin akan keluar dari masalah ini tanpa cela dan lebih kuat dari sebelumnya," ujar Rocchi seperti dikutip dari Calciomercato.
Penyidik kini tengah mendalami rekaman video di ruang VAR yang menunjukkan adanya dugaan arahan eksternal saat proses pengambilan keputusan penalti.
Laporan Football Italia menyebutkan bahwa Rocchi juga dituduh sengaja menjauhkan wasit Daniele Doveri dari laga-laga krusial Inter Milan guna menjaga hasil pertandingan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·