Inter Milan Taklukkan Como 4&3, Selangkah Lagi Raih Scudetto

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Inter Milan semakin dekat dengan gelar scudetto Serie A musim 2025/2026 setelah berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan Como dengan skor 4-3. Laga yang berlangsung di kandang Como, Stadion Giuseppe Sinigaglia, pada Senin, 13 April 2026 dini hari itu membuat Inter memperlebar jarak di puncak klasemen sementara.

Kemenangan ini membawa Inter nyaman di posisi teratas dengan 75 poin dari 32 pertandingan, unggul sembilan angka dari Napoli yang menempati peringkat kedua. Sementara itu, Como tertahan di posisi kelima dengan 58 poin, gagal menggeser Juventus dari peringkat keempat.

Como, yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri, memulai pertandingan dengan agresif. Mereka berhasil unggul dua gol berkat aksi Alex Valle pada menit ke-36 dan Nico Paz di menit ke-45, memanfaatkan umpan panjang dari kiper Jean Butez. Keunggulan ini sempat membuat Inter Milan tertekan di babak pertama.

Namun, Nerazzurri tidak menyerah. Marcus Thuram berhasil memperkecil ketertinggalan satu menit setelah gol Paz, menyambut umpan silang Nicolo Barella dengan tendangan kaki kanan yang akurat. Gol ini menjadi pelecut semangat Inter memasuki jeda babak pertama.

Empat menit setelah jeda, Inter berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, kembali melalui Marcus Thuram yang menyelesaikan skema serangan balik cepat. Momentum pun berbalik.

Inter akhirnya memimpin pada menit ke-58. Umpan tendangan bebas Hakan Calhanoglu sukses ditanduk Denzel Dumfries. Pemain yang sama mencetak gol keduanya pada menit ke-72, memanfaatkan bola liar di mulut gawang Como, menjadikan skor 4-2.

Asa Como sempat muncul kembali setelah Lucas Da Cunha mencetak gol dari titik penalti pada menit ke-89, menyusul pelanggaran Yoan Bonny terhadap Nico Paz. Namun, waktu yang tersisa tidak cukup bagi Como untuk menyamakan kedudukan, dan Inter berhasil mempertahankan keunggulan 4-3 hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, menyatakan kebanggaannya atas perjuangan tim. "Kami berhasil, itu tidak mudah. Kami menghadapi tim yang berjuang untuk sesuatu yang penting dan mereka menunjukkannya di babak pertama. Kami kesulitan dan lemah, tapi kemudian kami bereaksi cepat," kata Chivu seperti dilansir dari Medcom.

Chivu menambahkan bahwa gol penting sebelum jeda serta peningkatan intensitas di babak kedua menunjukkan karakter tim. "Kami menemukan gol penting dan di babak kedua kami meningkatkan intensitas, menunjukkan karakter kami, dan pada akhirnya kami berhasil," ujarnya.

Di sisi lain, pelatih Como, Cesc Fabregas, mengaku bangga dengan penampilan timnya meskipun kalah. "Saya bangga. Saya tidak melihat posisi kami di klasemen, hari ini tim saya menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang mampu, bersemangat, dan berani," kata Fabregas.

Fabregas mengakui adanya kesalahan yang tidak dimaafkan oleh tim sekelas Inter. "Kami membuat kesalahan yang tidak dimaafkan oleh tim-tim seperti ini, tetapi hari ini tidak perlu bicara taktik. Saya rasa lapangan sudah berbicara, statistiknya memang begitu, dan hari ini saya melihat 24/25 tembakan," tambahnya.

Kemenangan ini menjadi langkah krusial bagi Inter Milan dalam perburuan gelar liga. Dengan selisih poin yang semakin lebar, Inter kini memiliki peluang besar untuk mengamankan gelar juara dalam beberapa pertandingan ke depan.