Intip Spesifikasi Lepas E6 dan L6, Calon SUV Elektrifikasi Baru di Indonesia

Sedang Trending 1 jam yang lalu
SUV elektrifikasi Lepas L6 (PHEV) atau E6 (PHEV). Foto: Dok. Lepas

Anak perusahaan Chery Group, Lepas, siap meluncurkan model SUV anyar mereka yakni Lepas L6. Menariknya, saudara Jaecoo J7 ini akan tersedia dalam versi battery electric vehicle (BEV) maupun plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).

Ulik dulu soal dimensinya. Lepas L6 punya panjang total 4.570 mm, lebar 1.852 mm, tinggi 1.683 mm, dan wheelbase 2.700 mm. Mirip dimensi Jaecoo J7 yang sudah lebih dulu dipasarkan di Indonesia.

Secara tampilan, eksterior Lepas L6 rasanya mudah diterima mata konsumen Indonesia. Ia didominasi gurat desain membulat, disertai aksen tajam seperti lampu, ornamen bumper, hingga pelek two-tone colour-nya.

SUV elektrifikasi Lepas L6 (PHEV) atau E6 (PHEV). Foto: Dok. Lepas

Dikutip dari Autocar, Lepas menyediakan opsi penggerak BEV alias mobil listrik murni, serta PHEV untuk model L6. Sementara, di Indonesia versi full listrik akan datang menggunakan nama Lepas E6.

Versi PHEV ditenagai mesin 1.500 cc 4-silinder berkekuatan 204 dk. Unit tersebut dikombinasikan dengan motor listrik dan baterai berkapasitas 18,3 kWh.

Menggunakan drivetrain itu, Lepas L6 PHEV diklaim bisa menempuh lebih dari 700 kilometer dalam sekali isi listrik dan bensin penuh.

Sementara, versi BEV mengemas baterai 67 kWh dengan daya tempuh sekitar 430 kilometer (WLTP) dari kondisi 100 persen. Ketika dicas, baterai Lepas L6 bisa diisi menggunakan ultra fast charging, sehingga hanya butuh 20 menit untuk mengisi dari 30-80 persen.

SUV elektrifikasi Lepas L6 (PHEV) atau E6 (PHEV). Foto: Dok. Lepas

Saat ini, Lepas Indonesia baru memasarkan Lepas L8 PHEV di pasar Tanah Air. Mengandalkan mesin 1.500 cc turbocharged bertenaga 140 dk dan torsi 215 Nm.

Mesin itu tidak bekerja sendiri, melainkan menggandeng motor listrik berkekuatan 201 dk dan torsi 310 Nm, disertai baterai berkapasitas 18,4 kWh.

Lepas L8 PHEV di Indonesia diklaim punya daya tempuh kombinasi listrik dan baterai hingga 1.300 kilometer. Sementara, jarak jelajah menggunakan energi listrik murni tembus 100 kilometer (NEDC).