Tak hanya dari sisi nominal, investasi pada Triwulan I 2026 juga berhasil menyerap 706.569 tenaga kerja, atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan, menunjukkan investasi memberikan dampak nyata terhadap perluasan kesempatan kerja.
Menanggapi capaian tersebut, Akademisi Universitas Esa Unggul, Iswadi menilai, kinerja investasi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani menunjukkan arah pembangunan ekonomi yang makin konkret dan terukur.
“Data Triwulan I 2026 memperlihatkan investasi saat ini tidak lagi sekadar mengejar angka realisasi, tetapi mulai menunjukkan kualitas melalui kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Ini indikator penting bahwa kebijakan investasi pemerintah berjalan pada jalur yang tepat,” kata Iswadi dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Sabtu 9 Mei 2026.
Menurutnya, kontribusi investasi sebesar 32 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan keberhasilan pemerintah dalam menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika ekonomi global.
“Di tengah tantangan global yang masih penuh ketidakpastian, capaian pertumbuhan ekonomi 5,61 persen dan realisasi investasi hampir Rp500 triliun pada kuartal pertama merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang solid dan daya tarik investasi yang kompetitif,” kata Iswadi.
Iswadi juga menyoroti pentingnya keberlanjutan kebijakan hilirisasi dan kemudahan berusaha yang terus didorong pemerintah sebagai faktor utama penguat investasi nasional.
“Konsistensi kebijakan hilirisasi, reformasi birokrasi, serta percepatan perizinan investasi menjadi fondasi penting. Jika ini terus dijaga, target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun sangat realistis untuk dicapai,” kata Iswadi.
Iswadi menambahkan, investasi yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja harus menjadi prioritas utama pemerintah ke depan.
“Yang paling penting dari investasi adalah dampaknya kepada masyarakat. Ketika investasi mampu menyerap lebih dari 706 ribu tenaga kerja hanya dalam satu kuartal, artinya ada efek langsung terhadap pendapatan masyarakat, konsumsi rumah tangga, dan penguatan ekonomi nasional, ini luar biasa” tutup Iswadi.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·