Pemerintah Iran memberikan peringatan keras bahwa kehadiran kapal angkatan laut Prancis dan Inggris di Selat Hormuz akan memicu respons militer segera. Ancaman ini muncul pada Senin (11/5/2026) menyusul rencana pengerahan aset tempur Eropa untuk menjaga keamanan navigasi di perairan strategis tersebut.
Eskalasi di jalur pasokan minyak dan gas global ini dipicu oleh perebutan kendali wilayah perairan antara Teheran dan Amerika Serikat. Dilansir dari Detikcom, otoritas Iran menilai langkah pengerahan kapal induk dan kapal perusak oleh negara Barat hanya akan memperburuk krisis di kawasan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengecam pengumuman Prancis yang akan mengirim kapal induk Charles de Gaulle ke Laut Merah dan Teluk Aden. Langkah tersebut diklaim sebagai persiapan misi gabungan bersama Inggris untuk memperkuat kebebasan navigasi di wilayah Selat Hormuz.
"Keamanan maritim tidak dapat dijamin melalui aksi pamer kekuatan," kata Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.
Gharibabadi menekankan bahwa negara-negara yang mendukung atau diam terhadap agresi di kawasan merupakan bagian dari masalah. Ia menyatakan misi pembersihan ranjau dan pengawalan kapal yang direncanakan oleh pejabat Prancis tidak bisa diterima sebagai alasan campur tangan asing.
"Kami mengingatkan mereka bahwa, baik dalam masa perang atau damai, hanya Republik Islam Iran yang dapat menegakkan keamanan di selat ini dan tidak akan mengizinkan negara mana pun untuk ikut campur dalam masalah tersebut," sebut Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa koordinasi apa pun dengan tindakan Amerika Serikat yang dianggap ilegal secara internasional akan menghadapi konsekuensi langsung. Militer Teheran diklaim telah bersiap untuk mengamankan kedaulatan wilayah tersebut dari pihak luar.
"Kehadiran kapal-kapal Prancis dan Inggris, atau kapal-kapal negara lainnya yang berpotensi berkoordinasi dengan tindakan Amerika yang melanggar hukum dan ilegal secara internasional di Selat Hormuz, akan disambut dengan respons tegas dan segera dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran," tegas Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.
Diplomat senior Iran tersebut mengakhiri pernyataannya dengan memberikan saran kepada negara-negara Eropa agar tidak mengambil langkah yang memperumit situasi.
"Mereka sangat disarankan untuk tidak memperumit situasi lebih lanjut," cetus Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·