Istanbul (ANTARA) - Iran menanggapi usulan terbaru AS untuk mengakhiri perang dengan tawaran yang "murah hati dan bertanggung jawab," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei pada Senin (11/5.
"Kami tak menuntut konsesi apa pun dari AS, melainkan menyerukan penghentian perang dan pembajakan terhadap kapal-kapal Iran," kata Baqaei dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita resmi IRNA.
Menanggapi laporan mengenai peran Qatar dalam mediasi dengan AS, Baqaei mengatakan meski Iran terus berkomunikasi dengan berbagai negara terkait ketegangan yang berlangsung, Pakistan tetap menjalankan perannya sebagai mediator resmi.
"Pakistan, sebagai mediator resmi antara Iran dan AS, terus menjalankan aktivitasnya dalam hal ini," ujarnya, seraya menambahkan bahwa negara-negara lain, termasuk Qatar, juga menyampaikan pandangan masing-masing dalam proses tersebut.
Baqaei mengatakan proses diplomatik memiliki aturannya sendiri dan pihak-pihak yang terlibat harus bertindak berdasarkan kepentingan nasional masing-masing.
Ia menegaskan Iran akan "berjuang kapan pun diperlukan" dan memanfaatkan peluang diplomatik ketika dianggap tepat.
Pada Minggu, Iran memberikan tanggapan terhadap usulan terbaru AS untuk mengakhiri perang kepada mediator Pakistan.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel pada 28 Februari melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk serta menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu di tengah berlanjutnya upaya diplomatik untuk mencari solusi permanen.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Mojtaba Khamenei umumkan langkah baru Iran dalam melawan AS-Israel
Baca juga: Iran ancam serang balik blokade AS di wilayah lautnya
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·