Iran Kembalikan Aset Zahra Ghanbari Usai Putusan Pengadilan

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Otoritas hukum Iran resmi mengembalikan seluruh aset milik kapten timnas sepak bola putri, Zahra Ghanbari, pada Selasa (14/4/2026) setelah sempat disita akibat tindakan sang atlet mencari suaka di Australia. Keputusan pemulihan hak properti ini diterbitkan menyusul kepulangan Ghanbari ke Teheran dari pelariannya pasca-Piala Asia Wanita 2026.

Ghanbari sebelumnya menjadi satu dari lima pemain tim nasional yang mengajukan perlindungan di Australia sebagai bentuk protes terhadap pemerintah Republik Islam Iran. Dilansir dari Detik Sport, penyitaan aset tersebut dilakukan karena namanya masuk dalam daftar 400 warga yang dianggap sebagai pendukung musuh negara.

Langkah hukum ini berubah total setelah gelandang berusia 34 tahun tersebut memilih untuk membatalkan proses suakanya dan kembali ke tanah air. Pemerintah Iran kini menyatakan bahwa Ghanbari tidak bersalah dan menyambutnya dengan upacara khusus saat tiba di ibu kota.

"Aset Zahra Ghanbari, seorang pemain sepak bola untuk tim nasional wanita Iran, yang telah disita, sudah dilepaskan berdasarkan keputusan pengadilan," tulis media lokal Mizan sebagaimana dikutip dari laporan The Telegraph.

Aksi pembelotan para atlet ini bermula saat skuad putri Iran menolak menyanyikan lagu kebangsaan dalam ajang Piala Asia Wanita 2026. Kelompok hak asasi manusia menilai penyitaan aset dan intimidasi terhadap keluarga merupakan pola yang sering digunakan otoritas setempat untuk menekan atlet yang berkompetisi di luar negeri.

Di sisi lain, pemerintah Teheran justru menuduh pihak Australia melakukan provokasi agar para atlet tersebut membelot dari negaranya. Hingga saat ini, empat rekan setim Ghanbari lainnya dilaporkan masih berada di luar negeri untuk mencari perlindungan politik.