Iran Sebut Blokade Laut Amerika Serikat Langgar Gencatan Senjata

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka merupakan bentuk pelanggaran gencatan senjata. Pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu (19/4/2026) ini menyebut tindakan Washington sebagai perbuatan melanggar hukum dan kriminal, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan kecaman tersebut melalui media sosial setelah ketegangan meningkat di wilayah perairan strategis. Penegasan diplomasi ini muncul di tengah tuduhan balik dari pihak Amerika Serikat mengenai aktivitas militer Iran di Selat Hormuz.

"Apa yang disebut 'blokade' Amerika Serikat terhadap pelabuhan atau garis pantai Iran bukan hanya pelanggaran gencatan senjata yang dimediasi Pakistan tetapi juga melanggar hukum dan kriminal," kata Esmaeil Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Baqaei juga menekankan dampak kemanusiaan dari kebijakan blokade tersebut terhadap warga sipil Iran. Ia menilai tindakan ini memiliki konsekuensi hukum internasional yang serius bagi pihak Amerika Serikat.

"Selain itu, dengan sengaja memberikan hukuman kolektif kepada penduduk Iran, hal itu sama dengan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan," tambah Baqaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan tuduhan bahwa Teheran telah mencederai kesepakatan damai. Trump merujuk pada insiden penembakan yang melibatkan kapal-kapal asing di jalur perdagangan internasional.

"Iran memutuskan untuk menembakkan peluru kemarin di Selat Hormuz-pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata kita! Banyak di antaranya ditujukan ke kapal Prancis, dan kapal kargo dari Inggris. Itu tidak menyenangkan, bukan? Perwakilan saya akan pergi ke Islamabad, Pakistan-mereka akan berada di sana besok malam, untuk negosiasi," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan New York Post, Trump mengonfirmasi bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan dikirim ke Pakistan untuk menangani situasi ini. Trump mengeklaim blokade tersebut justru merugikan ekonomi Iran secara masif.

"Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka menutup selat, yang aneh, karena blokade kita telah menutupnya. Mereka membantu kita tanpa menyadarinya, dan merekalah yang dirugikan dengan penutupan jalur tersebut, 500 juta dolar per hari! Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Kepala negara AS tersebut menutup pernyataannya dengan mengomentari perubahan rute logistik global. Ia menyebutkan bahwa kapal-kapal kargo mulai mengalihkan tujuan ke wilayah pesisir Amerika Serikat.

"Faktanya, banyak kapal saat ini menuju AS, Texas, Louisiana, dan Alaska, untuk memuat barang, atas bantuan IRGC, yang selalu ingin menjadi 'si jagoan!'" tambah Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.