Iran Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Lewat Operasi Militer

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran melalui Operasi Janji Setia IV terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di tujuh negara pada 28 Februari 2026, menyusul pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dalam serangan udara AS dan Israel.

Pentagon dan CENTCOM melaporkan bahwa Teheran telah menembakkan lebih dari 500 rudal balistik dan 2.000 drone pada hari keempat perang untuk menargetkan infrastruktur militer di Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Irak.

Investigasi CNN pada 1 Mei 2026 mengonfirmasi sedikitnya 16 pangkalan militer AS mengalami kerusakan signifikan, sementara NBC News mencatat lebih dari 100 target terkena dampak di 11 pangkalan berbeda yang tersebar di wilayah tersebut.

Pusat Studi Al Jazeera memberikan gambaran mengenai dampak strategis dari hancurnya radar THAAD AN/TPY-2 senilai 300 juta dolar AS di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.

"blinding US eyes in the Middle East" kata Al Jazeera Centre for Studies.

Data dari Al Jazeera yang mengutip sumber Pentagon memperkirakan total peralatan yang hancur mencapai 2,3 miliar hingga 2,8 miliar dolar AS, sedangkan biaya perbaikan infrastruktur secara keseluruhan melampaui 5 miliar dolar AS menurut estimasi AEI.

Laksamana Brad Cooper selaku Komandan CENTCOM memberikan keterangan terkait penurunan intensitas peluncuran rudal Iran pada fase awal konflik.

"By approximately 3 March, Iran’s ballistic missile launch rate fell roughly 90% and drone launch rates fell approximately 83%" ujar Brad Cooper, Komandan CENTCOM.

Meskipun terjadi penurunan peluncuran rudal, Iran beralih ke model perang atrisi menggunakan drone dengan tingkat peluncuran harian yang stabil antara 190 hingga 392 unit untuk mempertahankan tekanan terhadap pertahanan udara koalisi.

Estimasi Kerusakan dan Biaya Perbaikan Pangkalan ASLokasi/FasilitasEstimasi Biaya PerbaikanJenis Kerusakan
Markas Armada Kelima (Bahrain)200 Juta Dolar ASGedung dan Radome
Radar Peringatan Dini (Qatar)1,1 Miliar Dolar ASSistem AN/FPS-132
Pangkalan Al Dhafra (UEA)TIDAK DISEBUTKANTangki Bahan Bakar, Barak, Medis
Radar THAAD (Yordania)300 Juta Dolar ASKehancuran Total Unit

Data IISS mengklasifikasikan arsitektur munisi Iran terdiri dari rudal balistik seperti Fattah-1 dan Fattah-2 untuk target keras, serta varian Shahed-136 dan jet Hadid-110 yang digunakan untuk serangan saturasi guna menembus pertahanan lawan.

Satu insiden taktis mencatat jet tempur era 1960-an, Northrop F-5 Tiger II milik Iran, berhasil menembus pertahanan udara Kuwait dan mengebom Camp Buehring dengan memanfaatkan celah deteksi selama 120 detik saat sistem pertahanan sibuk menghalau drone.

Krisis ini juga mengungkap asimetri biaya yang ekstrem, di mana baterai Patriot AS menghabiskan 943 pencegat dalam empat hari pertama, jumlah yang setara dengan 18 bulan kapasitas produksi pabrik Lockheed Martin dan Boeing.