Liputan6.com, Jakarta - Irish Bella memberanikan diri mengambil peran di belakang layar sebagai Produser Eksekutif. Bersama Has Pictures secara resmi, dia memperkenalkan karya layar lebar perdana melalui peluncuran trailer dan poster film berjudul "Dosa: Penebusan atau Pengampunan".
Bagi Has Pictures, langkah ini juga menandai transformasi besar bagi rumah produksi yang sebelumnya dikenal luas melalui berbagai konten kreatif di platform digital.
Film ini menjadi debut Irish Bella sebagai Eksekutif Produser. Setelah berkarier selama 16 tahun sebagai aktris, ia merasa ini momen yang tepat untuk mengeksplorasi kemampuannya di ranah produksi.
Artis cantik yang akrab disapa Ibel ini mengaku sangat antusias karena bisa mewujudkan salah satu daftar keinginan dalam karier. Ia berharap, hadirnya projek ini dapat memberi warna bagi industri perfilman di tanah air.
"Ini persiapannya sudah cukup lama. Hari ini saya excited banget akhirnya bisa menunjukkan ke kalian. Ini lebih mewujudkan wish list sih, karena kan sudah 16 tahun lebih di depan layar. Gimana sih kalau di belakang layar," kata Irish Bell di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2026).
Film "Dosa: Penebusan atau Pengampunan" disutradarai Sondang Pratama. Ibel mengaku antusias saat pertama membaca sinopsis cerita, untuk menjadikannya sebagai projek perdana Has Pictures.
"Saya sudah kenal sama Mas Sondang dan Mas Reza, saya sudah tahu kapasitas mereka. Pas lihat ceritanya wah ini bagus banget, kalau dibuat jadi film pertama Has Pictures harapannya bisa booming," jelas Ibel.
Ide Ceria Sudah Lama
Sondang Pratama mengungkapkan bahwa ide cerita film ini sebenarnya sudah mengendap cukup lama, tepatnya sejak masa pandemi Covid-19 melanda. Rasa khawatir akan kehilangan orang tua sebelum sempat berbakti menjadi pemantik dalam menyusun naskah.
"Sebenarnya awal mula ide ini waktu Covid. Jadi kita kan tidak bisa ketemu orang tua, kebetulan orang tua tinggaljauh. Saat itu ada kekhawatiran orang meninggal karena Covid. Takut nih kita tidak bisa berbakti lagi sama orang tua. Terus ketemu Reza kita brainstorm akhirnya jadi Dosa," ungkap Sondang Pratama.
Meski dibalut nuansa horor dan gore yang mencekam, film ini tetap menempatkan hubungan keluarga sebagai fondasi cerita Fokus utamanya terletak pada dinamika batin dan ikatan emosional antara seorang anaklaki-laki terhadap sosok ibunya. "Sebenarnya ini lebih kental di drama, karena hubungan anak laki-laki ke ibunya," tambah Sondang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·