Israel Rebut Kastel Beaufort Berusia 900 Tahun di Lebanon Selatan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bendera Israel berkibar di atas Kastil Beaufort abad pertengahan, yang dikenal secara lokal sebagai Qalaat al-Shaqif atau Shaqif Arnoun, seperti terlihat dari daerah Marjayoun di Lebanon, Minggu (31/5/2026). Foto: AFP

Militer Israel (IDF) mengumumkan telah merebut Kastel Beaufort, benteng berusia sekitar 900 tahun yang berada di Lebanon selatan, dalam operasi yang disebut sebagai salah satu langkah strategis terbaru melawan kelompok Hizbullah.

Dalam pernyataan pada Minggu (31/5), IDF menyebut pasukannya berhasil menguasai punggungan Beaufort Ridge dan wilayah Wadi al-Saluki. AFP melaporkan, bendera Israel telah berkibar di kastel tersebut.

Operasi itu dilakukan untuk menghancurkan infrastruktur Hizbullah yang disebut dibangun dengan dukungan Iran.

Kastel Beaufort berada di lokasi yang tinggi dan strategis, memungkinkan pasukan Israel mengawasi sebagian besar wilayah Lebanon selatan dan Israel utara.

Menurut IDF, kawasan tersebut selama ini digunakan Hizbullah untuk melancarkan serangan roket dan drone ke wilayah Israel, dilansir Reuters.

Serangan udara Israel di desa Arnoun, Lebanon, Minggu (31/5/2026). Foto: AFP

Militer Israel menyebut satu tentaranya tewas dalam operasi tersebut.

Perebutan Beaufort memperluas jejak militer Israel di Lebanon, meski gencatan senjata antara kedua pihak telah berlaku sejak April lalu.

Operasi ini juga terjadi sehari setelah salah satu serangan Hizbullah terbesar sejak gencatan senjata diumumkan, yang memicu penutupan sekolah dan pembatasan aktivitas di wilayah Israel utara.

Arahan Netanyahu

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan operasi tersebut dilakukan atas arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Atas arahan PM Netanyahu dan arahan saya, IDF memperluas manuver di Lebanon, menyeberangi Sungai Litani, dan merebut punggungan Beaufort, salah satu titik strategis terpenting untuk melindungi permukiman Galilea dan menjaga keamanan pasukan kami," tulis Katz di akun X.

Katz menyebut keberhasilan itu sebagai pesan langsung kepada musuh-musuh Israel.

"Ini adalah pesan yang jelas kepada musuh-musuh kami: siapa pun yang mengancam warga Israel akan kehilangan aset-aset strategisnya satu per satu," ujarnya.

Ia juga menegaskan operasi militer Israel di Lebanon belum berakhir.

X post embed

"Kampanye ini belum selesai. IDF kuat, dan kami semua bertekad menghancurkan kekuatan Hezbollah serta menuntaskan misi untuk menjamin keamanan warga Israel di wilayah utara," kata Katz.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Lebanon maupun Hezbollah terkait klaim Israel tersebut.

Kastel Beaufort sendiri merupakan benteng abad pertengahan yang berdiri di atas bukit curam sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Lokasinya menjadikannya salah satu titik militer paling strategis di Lebanon selatan dan telah berkali-kali menjadi medan pertempuran dalam konflik Israel-Lebanon selama beberapa dekade terakhir.