Moskow (ANTARA) - Prancis telah meminta digelar sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sebagai tanggapan atas operasi militer Israel di Lebanon selatan, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot, Minggu.
"Saya telah meminta dilakukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB," kata Menlu Barrot dalam wawancara di BFM TV.
Dia menggambarkan tindakan Israel itu tidak dapat diterima dan invasi ke negara tetangga itu merupakan "kesalahan serius". Tidak ada yang dapat membenarkan kelanjutan aksi militer Israel di Lebanon atau penguasaan lebih jauh ke wilayah Lebanon oleh Israel, tegasnya.
Sebelumnya, kepala otoritas bidang pertahanan Israel menyatakan bahwa pasukan pertahanan Israel (IDF) telah merebut Kastil Beaufort yang strategis di Lebanon Selatan. Kepala otorita Israel Benjamin Netanyahu kemudian memerintahkan pasukan militer setempat untuk memperluas operasi mereka melawan gerakan Lebanon, Hizbullah, sekaligus memperketat pengawasan atas wilayah-wilayah di Lebanon Selatan.
Serangan Israel yang semakin luas ke wilayah Lebanon dibalas dengan serangan roket yang semakin gencar dari Hizbullah terhadap sejumlah kota di Israel. Sirene serangan udara telah berbunyi di Kiryat Shmona, Nahariya, Safed, Karmiel, dan tempat-tempat lain. Komando Front Dalam Negeri telah memperketat aturan terkait kegiatan berkumpul dan lembaga pendidikan di wilayah utara.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Baca juga: Prancis: Operasi militer Israel di Lebanon sangat mengkhawatirkan
Baca juga: Kastel Beaufort di Lebanon selatan dicaplok Israel
Baca juga: PBB: Serangan Israel di Lebanon hambat penyaluran bantuan
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·