Istri Ungkap Alasan Masih Sering Ngonten di Makam Epy Kusnandar

Sedang Trending 46 menit yang lalu
Keluarga Epy Kusnandar datangi gala premiere film Qorin 2 di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (8/12/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Aktivitas Karina Ranau di Instagram yang sering mengunggah kenangan tentang mendiang suaminya, Epy Kusnandar, kerap mendapat komentar dari netizen.

Tak sedikit yang menuding Karina hanya mencari perhatian atau sengaja menjadikan momen duka sebagai konten.

Menanggapi hal tersebut, Karina menegaskan video atau foto kenangan mendiang Epy Kusnandar bukan bertujuan untuk mencari popularitas, melainkan sebagai bentuk terapi penyembuhan diri.

"Karena menurut saya ini adalah cara treatment untuk diri saya khususnya gitu, diri saya pribadi sebagai treatment untuk menguatkan saya gitu, kayak kekuatan gitu saya datang ke sana (makam)," kata Karina di Kalibata, Jakarta Selatan.

Pemakaman jenazah Epy Kusnandar di TPU Jeruk Purut, Jakarta, Kamis (4/2/2025). Foto: Giovanni/kumparan

Istri Punya Janji yang Diucapkannya Sejak Pemakaman Mendiang Epy Kusnandar

Karina bercerita, ia punya janji yang diucapkannya sejak hari pemakaman sang suami pada 4 Desember lalu. Ia bertekad terus mengenang dan menceritakan sosok Epy kepada anak-anak mereka.

"Pada saat memakamkan almarhum, saya sudah berjanji bahwa saya akan terus bercerita. Saya akan terus bercerita apa pun yang terjadi sampai saya tidak mampu lagi menatap mata saya. Artinya mungkin sampai saya tua nanti," tutur Karina.

Keinginan untuk terus mengabadikan momen juga datang dari permintaan anaknya, Patih. Sang putra berpesan agar momen-momen berharga bersama ayahnya tidak hilang begitu saja dan tetap tersimpan rapi secara digital.

"Saya ingat pesan Patih, 'Momen itu jangan pernah hilang ya Bun, apa pun yang terjadi. Sedikit pun momen itu harus diabadikan.' Dia kan selalu bilang gitu," ucap Karina.

Terkait tudingan mencari keuntungan finansial dari konten di makam, Karina membantah keras hal tersebut. Ia menegaskan tidak ada motif ekonomi seperti iklan atau endorse dalam setiap unggahannya yang bertema duka.

"Saya enggak mencari keuntungan dari konten-konten saya di makam. Saya enggak ada channel YouTube, saya enggak ada yang menghasilkan uang dari situ enggak ada. Tidak ada pundi-pundi endorse di situ," tegas Karina.

Epy Kusnandar. Foto: Maria Gabrielle Putrinda/kumparan

Posting-an tersebut juga menjadi hiburan tersendiri bagi Karina di tengah kesibukannya mengelola warung. Saat merasa lelah, melihat kenangan indah bersama suami jadi obat rasa rindu.

"Mungkin ketika saya capek pulang kerja di warung, ketika di rumah istirahat habis salat saya rebahan sambil lihat konten gitu, kayak mengobati diri saya aja gitu," ungkap Karina.

Karina sadar bahwa proses melupakan seseorang yang sangat dicintai tidak semudah yang dibayangkan oleh orang lain. Karina mengaku masih rutin mengunjungi makam suaminya hingga saat ini.

"Buat orang-orang yang belum mengalami gimana sih rasanya kehilangan sosok orang yang kita sayangi, jadi enggak semudah itu untuk melupakan gitu. Bahkan sejak almarhum meninggal sampai tadi malam pun saya masih datang ke makamnya," kata Karina.

Karina berharap netizen bisa lebih empati dan memahami bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi rasa duka.

"Ya itu sebagian dari pengobat hati saya gitu, saya edit sendiri dari pagi sampai saya ninggalin warung gitu saya susun gitu video kenangan kami," ucap Karina.