Italia kecam serangan Israel ke penjaga perdamaian di Lebanon

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Moskow (ANTARA) - Presiden Italia Sergio Mattarella menyebut serangan Israel terhadap komando Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) sebagai tindakan yang tidak dapat diterima.

Menurut laporan stasiun televisi Italia Sky TG24 pada Kamis (14/5), Mattarella menyatakan hal itu dalam percakapan telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog.

Pada Rabu, UNIFIL menyatakan keprihatinan atas aktivitas drone di dekat posisi misi penjaga perdamaian di Lebanon selatan setelah serangkaian ledakan terjadi di dekat markas besarnya di kota Naqoura dekat perbatasan.

Mattarella mengatakan serangan terhadap pasukan PBB di Lebanon merupakan tindakan yang "tidak dapat diterima."

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi di perairan internasional serta menghindari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Menurut laporan Sky TG24, kantor kepresidenan Italia menyebut percakapan itu berlangsung secara terbuka.

Pada 2 April, Kementerian Pertahanan Italia mengatakan pangkalan kontingen Italia dalam misi UNIFIL diserang oleh pihak tidak dikenal.

Pada 8 April, Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani mengatakan tembakan peringatan Pasukan Pertahanan Israel merusak kendaraan milik pasukan penjaga perdamaian Italia di Lebanon.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: UNIFIL: Insiden drone bahayakan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon
Baca juga: UNIFIL catat jumlah serangan tertinggi di Lebanon sejak gencatan

Penerjemah: Katriana
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.