Jakarta (ANTARA) - Petinju asal Denmark Jacob Bank menjadi penantang wajib gelar juara dunia kelas super menengah (76,2 kg) World Boxing Council (WBC) setelah menumbangkan Paulinus Ndjolonimu dengan KO (knockout) pada pertarungan di Kolding, Denmark.
Dikutip dari WBC, Selasa, pada laga eliminasi yang diawasi langsung oleh Wakil Presiden WBC Houcine Houichi, Sabtu (25/4) waktu sempat, itu, Bank tampil dominan sejak awal dan tidak memberi sedikit pun ruang bagi lawannya untuk mengembangkan permainan di hadapan dukungan penuh publik tuan rumah.
Seusai pertarungan, Bank menyatakan siap menyambut peluang perebutan gelar juara dunia dan menantikan langkah berikutnya dalam karier profesionalnya.
Baca juga: Juara WBC Nicolson siapkan "eksekusi sempurna" saat jamu Turner
Baca juga: Nakatani fokus strategi untuk gulingkan juara dunia Naoya Inoue
WBC menyatakan persaingan di divisi kelas 168 pon atau super menengah kini semakin menarik. Situasi divisi memanas setelah Christian Mbilli baru-baru ini diangkat sebagai juara dunia WBC usai sebelumnya memegang status juara interim.
Di sisi lain, nama Saul "Canelo" Alvarez juga masih terus menjadi pusat perhatian dalam peta persaingan kelas super menengah, membuat kemungkinan pertarungan besar di divisi ini semakin terbuka.
Dalam konteks tersebut, kemenangan atas Ndjolonimu menjadi pernyataan penting dari Jacob Bank bahwa dirinya kini bukan sekadar prospek menjanjikan, melainkan penantang serius yang tidak bisa diabaikan.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi pukulan bagi Ndjolonimu yang harus kehilangan peluang menembus jajaran elite tinju dunia. Hasil tersebut juga menambah noda dalam rekornya menjadi 20 kemenangan, dengan 18 di antaranya lewat KO, serta dua kekalahan.
Saat bersua Ndjolonimu, Bank menunjukkan agresivitas dan disiplin strategi sejak awal yang membuat Ndjolonimu kesulitan menemukan ritme. Petinju berusia 25 tahun itu tampil percaya diri mengendalikan tempo pertarungan melalui kombinasi pukulan tajam dan tekanan konstan.
Keunggulan teknik Bank terlihat jelas ketika ia beberapa kali mendaratkan pukulan keras ke tubuh lawan yang membuat petinju asal Namibia itu kesulitan merespons. Serangan-serangan terukur dari Bank perlahan mengikis pertahanan Ndjolonimu dan menempatkannya dalam tekanan besar sepanjang laga.
Meski memiliki pengalaman lebih matang dan dikenal sebagai petinju tangguh dengan daya pukul berbahaya, Ndjolonimu tidak mampu keluar dari dominasi lawannya. Puncaknya terjadi pada ronde kelima ketika Bank melepaskan serangan keras yang membuat Ndjolonimu terjatuh di sudut ring.
Petinju Namibia berusia 38 tahun itu gagal bangkit sebelum hitungan wasit Ali Qubaali selesai, sehingga pertandingan resmi dihentikan dan kemenangan KO diberikan kepada Bank.
Dengan hasil itu, Bank mempertahankan rekor tidak terkalahkannya menjadi 19 kemenangan, termasuk 11 KO. Catatan itu semakin mempertegas reputasi Bank sebagai petinju muda yang tak hanya memiliki teknik solid, tetapi juga kekuatan pukulan yang terus berkembang.
Baca juga: Jacob Bank tantang Ndjolonimu rebut peluang hadapi juara dunia WBC
Baca juga: Naoya Inoue berlatih keras jelang lawan Nakatani
Penerjemah: Aloysius Lewokeda
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·