Jaksa Brussel Selidiki Presiden Club Brugge Terkait Dugaan Antisemitisme

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Kejaksaan Brussel resmi membuka penyelidikan terhadap Presiden Club Brugge, Bart Verhaeghe, dan sejumlah pendukung klub atas dugaan nyanyian antisemit dalam pertandingan melawan RSC Anderlecht pada Minggu, 3 Mei 2026. Penyelidikan ini berfokus pada tindakan penghasutan terhadap kebencian dan kekerasan yang terjadi di tribun pendukung tim tamu.

Pihak berwenang dijadwalkan memeriksa Verhaeghe sebagai tersangka pada Senin siang guna mendalami tanggung jawab manajemen klub atas perilaku suporter di dalam stadion. Investigasi ini muncul setelah rekaman menunjukkan adanya nyanyian rasis yang terdengar jelas dari sektor pendukung Brugge di Lotto Park, meskipun tim mereka memenangkan laga tersebut dengan skor 3-1.

Kejaksaan menekankan bahwa perilaku tersebut merupakan pelanggaran hukum yang mencolok dan memerlukan tindakan hukum yang paling tegas. Berdasarkan laporan HLN pada Sabtu, 9 Mei 2026, otoritas keamanan sedang berupaya mengidentifikasi pelaku individu melalui rekaman kamera pengawas di area stadion.

"Dergelijke gezangen hebben geen plaats in onze samenleving en schaden de waarden van de sport" kata pihak Kejaksaan Brussel.

Lembaga yudisial tersebut menegaskan bahwa ujaran kebencian tidak memiliki tempat dalam masyarakat dan mencederai nilai-nilai olahraga. Para suporter yang terbukti bersalah terancam sanksi larangan masuk stadion hingga hukuman pidana yang efektif dari pengadilan.

"Tijdens de wedstrijd werden in bepaalde tribunes door supporters 'gezangen' gescandeerd, waaronder gezangen met een antisemitisch karakter die te horen waren in de tribunes van de supporters van Club Brugge" lapor Kejaksaan Brussel.

Pernyataan tersebut merinci bahwa nyanyian bernada antisemit terdengar di tribun tertentu yang diisi oleh pendukung tim tamu. Hal ini memicu langkah hukum proaktif untuk menyeret pihak-pihak yang terlibat ke meja hijau.

"Het parket heeft een onderzoek geopend, aangezien dit gedrag een flagrante schending van de wet vormt. Er werd een opsporingsonderzoek geopend wegens aanzetting tot haat of geweld, ten laste van Club Brugge en X" tulis jaksa dalam keterangannya.

Penyelidikan saat ini diklasifikasikan sebagai investigasi terhadap penghasutan kebencian atau kekerasan yang ditujukan kepada entitas Club Brugge serta individu yang belum teridentifikasi. Status Verhaeghe yang dipanggil sebagai tersangka, bukan sekadar saksi, menandakan keseriusan jaksa dalam meninjau peran pimpinan klub.

"De procureur des Konings heeft de voorzitter van Club Brugge maandagnamiddag als verdachte uitgenodigd op het parket met het oog op een verhoor" tegas perwakilan kejaksaan.

Pemanggilan terhadap Presiden Club Brugge tersebut dijadwalkan berlangsung di kantor kejaksaan pada Senin sore. Langkah ini diambil untuk memastikan sejauh mana pihak klub melakukan pencegahan terhadap perilaku diskriminatif oleh basis massa mereka selama pertandingan berlangsung.