Jamie Carragher Dukung Thomas Tuchel Coret Phil Foden

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel secara resmi mencoret gelandang Manchester City Phil Foden dari daftar 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Keputusan ini dinilai tepat oleh legenda Liverpool Jamie Carragher karena performa sang pemain dianggap belum maksimal saat membela negara.

Pencoretan Foden menjadi sorotan mengingat statusnya sebagai salah satu talenta terbaik yang dimiliki Inggris saat ini. Seperti dilansir dari Detik Sport, pemain berusia 25 tahun tersebut tercatat sudah mengemas 49 penampilan bersama Tim Nasional Inggris dengan sumbangan empat gol.

Namun, penampilan Foden bersama Manchester City di Liga Inggris sepanjang musim ini dinilai kurang memuaskan. Gelandang serang tersebut hanya mampu mengoleksi tujuh gol dan lima assist dari total 32 pertandingan yang dilakoninya bersama The Citizens.

Selain penurunan performa di level klub, ketidakcocokan dengan skema permainan Timnas Inggris saat ini juga menjadi alasan kuat. Foden sempat ditempatkan di beberapa posisi berbeda dalam struktur lini serang, tetapi ia dinilai tetap gagal mengeluarkan potensi terbaiknya.

Kondisi ini memicu komentar dari Jamie Carragher yang memaklumi langkah berani dari sang pelatih dalam menyusun skuad untuk turnamen akbar tersebut.

"Dengar, Phil belum menjalani musim terbaiknya. Saya rasa kita semua tahu dia pemain berbakat, tetapi karena alasan apa pun, dia belum pernah benar-benar berhasil untuk timnas Inggris. Saya rasa manajer tidak seharusnya dikritik karena hal itu," ujar Carragher.

Mantan bek Liverpool itu juga menambahkan bahwa situasi ini harus menjadi momentum bagi pemain nomor urut City tersebut untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap kontribusinya di lapangan.

"Saya rasa Phil mungkin harus introspeksi diri dan memikirkan alasan mengapa dia dicoba di banyak posisi berbeda di lini depan, kanan, kiri, tengah. Saya rasa dia diberi begitu banyak kesempatan di posisi yang berbeda, karena ketika dia ditempatkan di posisi tertentu, dia tidak mampu menguasai posisi itu sepenuhnya," jelas Carragher.