Pasalnya, komposisi peserta didominasi aktor keamanan, mulai dari Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal (Purn) Muhammad Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, para Kepala Staf Angkatan hingga Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Komposisi itu menunjukkan forum ini lebih menyerupai “ruang komando” ketimbang sekadar rapat koordinasi kabinet biasa," kata Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS), Selamat Ginting, dikutip Senin 4 Mei 2026.
Namun ada yang janggal, karena tidak ada KSP Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman. Seharusnya aktivitas presiden menyertai KSP sebagai perangkat strategis Kepresidenan.
Apalagi sejak Oktober 2024, Dudung masuk dalam kelompok pakar strategi pertahanan dan industri pertahanan. Sekaligus Penasihat Khusus Bidang Pertahanan Nasional Presiden.
Hadir pula dalam rapat terbatas itu Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari, Wakil Menteri Komunikasi Digital Angga Raka Prabowo, Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Dirut Pindad Sigit Puji Santosa, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
"Di tengah narasi resmi yang menyinggung pendidikan dan hilirisasi, justru menarik untuk membaca lapisan politik di balik agenda tersebut," kata Ginting.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·