Janice Tjen Alami Cedera Pergelangan Kaki Jelang Madrid Open 2026

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Petenis putri unggulan Indonesia, Janice Tjen, terpaksa mengundurkan diri dari turnamen WTA 250 Open de Rouen di Prancis setelah mengalami cedera pergelangan kaki kanan saat bertanding di ajang Billie Jean King (BJK) Cup Grup I Zona Asia/Oseania di New Delhi pada April 2026.

Cedera tersebut terjadi pada laga melawan wakil Thailand, Anchisa Chanta, ketika Janice sedang unggul di set kedua, namun ia tetap memaksakan bertanding hingga menang dengan skor 6-2 dan 6-4 menurut laporan Jawa Pos.

Akibat gangguan fisik tersebut, posisi Janice di Rouen akan digantikan oleh Harmony Tan, sementara partisipasinya di Madrid Open pekan depan bersama Aldila Sutjiadi di nomor ganda masih menunggu kepastian masa pemulihan.

Keberhasilan Janice menembus peringkat 36 dunia pada Februari 2026 menandai kembalinya wakil Indonesia ke jajaran elite tunggal putri WTA sejak era Yayuk Basuki, setelah mencatatkan 77 kemenangan sepanjang musim 2025 dilansir Media Indonesia.

Prestasi puncaknya terjadi pada 2 November 2025 saat ia menjuarai Chennai Open, menjadikannya petenis Indonesia pertama yang memenangkan gelar WTA Tour dalam 23 tahun terakhir menurut laporan CNN Indonesia.

"Ini sangat berarti. Ini luar biasa. Bahkan sebelum kemenangan itu, saya sudah menjalani tahun yang sukses, dan mampu mengakhiri tahun dan musim dengan gelar juara tur sangat memotivasi," ujar Janice Tjen, Petenis.

Janice mengaku pencapaiannya di India melampaui ekspektasinya karena ia baru saja melakukan debut di level WTA Tour pada Amerika Serikat Terbuka dua bulan sebelumnya.

"Jujur saja, saya tidak menyangka akan secepat ini. Saya sangat bangga bisa membawa Indonesia kembali ke kancah tenis global," kata Janice Tjen, Petenis.

Kepercayaan diri atlet yang kini dilatih oleh Chris Bint ini meningkat drastis setelah ia mampu melaju dari babak kualifikasi hingga memenangkan satu putaran di babak utama Grand Slam AS Terbuka.

"Berhasil lolos kualifikasi dan memenangkan satu babak di Amerika Serikat Terbuka sangat besar bagi kepercayaan diri saya. Itu membuat saya percaya pada level permainan saya sendiri," tambah Janice Tjen, Petenis.

Meski kini menyandang status bintang baru, Janice menyatakan bahwa tekanan dari publik tidak menjadi beban baginya melainkan sumber tenaga untuk terus berkompetisi di level internasional.

"I know that as long as I keep working hard, I always have Indonesia behind me. It's something I'm very proud of," tegas Janice Tjen, Petenis.

Di tengah jadwal padat yang mencapai lebih dari 90 pertandingan sejak debutnya, Janice menekankan pentingnya peran tim pelatih dalam menjaga kondisi mental dan fisiknya agar tetap kompetitif.

"Saya sebetulnya punya tim yang bagus. Pelatih saya, Chris Bint, adalah sosok yang sangat positif dan selalu membawa optimisme. Dia juga sangat paham bagaimana menjaga kondisi fisik saya agar tetap bugar dan menghindari cedera," ujar Janice Tjen, Petenis.

Janice Tjen saat ini masih terdaftar sebagai kontestan di Madrid Open pekan depan yang berpotensi menjadi debutnya di level WTA 1000 jika kondisi fisiknya dinyatakan pulih tepat waktu.