Jaringan Gas Bawah Tanah Meledak di Demak, Rumah Warga Rusak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Proses pemberesan dampak ledakan jaringan gas bawah tanah di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Sebuah ledakan terjadi di Perumahan Majapahit II, Desa Mranggen, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 26 April 2026, sekitar pukul 23.30 WIB. Ledakan tersebut ternyata bersumber dari jaringan gas (jargas) bawah tanah.

Salah seorang warga, Puji (43), mengatakan sebelum terjadi ledakan sempat tercium bau menyengat yang disertai kepulan asap hingga masuk ke dalam rumahnya.

“Sekitar 23.30 WIB, tercium bau kayak cuka, asam, gas, terus ada asap sampai masuk ke rumah saya. Selang beberapa menit, ada warga yang telepon saya, bilang kalau ada gas yang meledak,” ujar Puji kepada wartawan, Selasa (28/4).

Ia lalu menghubungi pihak kepolisian dan pihak proyek yang sedang menggarap jaringan gas tersebut.

“Saya menghubungi polsek dan tim Tagana. Kemudian, pihak proyek juga datang ke lokasi,” jelasnya.

Akibat insiden ini, batu dan lumpur sempat mengenai serta merusak rumah warga. Namun, ia bersyukur tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

“Tidak ada korban, tapi batu dan lumpur berserakan. Ada rumah yang kena,” ungkap Puji.

Hal senada juga disampaikan warga bernama Teguh. Ia meminta agar keamanan jaringan gas bawah tanah diperbaiki dan tidak ingin kejadian serupa terulang.

“Kami ingin segera dibenahi dengan benar supaya tidak ada ledakan lagi. Kalau sampai kejadian lagi atau jebol lagi, warga sudah sepakat tidak mau pasang jargas semua. Keamanan kami taruhannya,” imbuhnya.

Sementara itu, perwakilan pihak proyek, Humas PT Noorel, Zulfahmi, menegaskan pihaknya siap bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan akibat ledakan tersebut.

“Baru kali ini terjadi. Kami akan melakukan evaluasi. Kami juga akan bertanggung jawab atas kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan,” kata Zul.

Ia juga menjelaskan bahwa ledakan tersebut bukan disebabkan oleh gas, melainkan oleh angin bertekanan tinggi.

“Kami sudah melakukan pengecekan. Jadi, ledakan tersebut terjadi bukan berasal dari gas, melainkan angin bertekanan tinggi untuk menguji kekuatan pipa,” kata dia.