Jakarta (ANTARA) - PT Indonesia Belarus Jaya di bawah naungan Jaya Group membidik penguatan perdagangan komoditas antara Indonesia dan Belarus melalui kerja sama bisnis dengan sejumlah perusahaan asal Belarus.
CEO Jaya Group Tomy Suhartanto mengatakan perusahaan tersebut dibentuk untuk mendukung kerja sama bilateral Indonesia dan Belarus melalui langkah konkret di sektor perdagangan dan industri.
“PT Indonesia Belarus Jaya adalah perusahaan yang dibentuk di bawah naungan Holding Jaya Group. Fokus dan concern-nya adalah untuk langsung mendukung dan melakukan aksi nyata mendukung kerja sama bilateral dua negara Indonesia dan Belarus,” kata Tomy di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, kerja sama tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi komoditas kedua negara agar dapat saling diserap dan dimanfaatkan pasar masing-masing.
Ia menyebut komoditas Indonesia yang berpotensi diterima pasar Belarus antara lain kakao dan kelapa sawit.
Sementara itu, produk Belarus yang dinilai berpotensi dimanfaatkan di Indonesia meliputi susu, kabel dan kawat, serta pupuk.
“Concern kami dalam proses kerja sama ini intinya adalah mengoptimalkan segala potensi yang ada di antara kedua negara,” ujar Tomy.
PT Indonesia Belarus Jaya telah menandatangani nota kesepahaman bisnis dengan sejumlah perusahaan Belarus, yakni OJSC Minsk Dairy Plant No. 1, Energi Complekt, OJSC Dolomite, dan Belindo Trade.
Penandatanganan kerja sama tersebut dilakukan bersamaan dengan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-8 Indonesia-Belarus Bidang Kerja Sama Ekonomi di Minsk, Belarus pada Jumat (15/8).
Sidang komisi bersama tersebut ditandai dengan penandatanganan Agreed Minutes oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich.
Pemerintah Indonesia dan Belarus dalam sidang tersebut membahas sejumlah bidang kerja sama, antara lain perdagangan, investasi, industri, pertanian dan ketahanan pangan, kehutanan, perbankan, kesehatan, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, olahraga, serta pariwisata.
Selain kerja sama PT Indonesia Belarus Jaya, nota kesepahaman juga dilakukan antara PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Nedra Nezhin. Total nilai lima komitmen bisnis dari nota kesepahaman tersebut mencapai angka Rp7 triliun.
Menurut Tomy, penandatanganan kerja sama bisnis internasional tersebut bukan hanya untuk kepentingan usaha, tetapi juga untuk mendukung agenda strategis pemerintah dalam memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus.
Selain itu, kerja sama tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing pasar domestik melalui masuknya produk-produk yang kompetitif.
“Tujuan dari kami melakukan perjanjian bisnis internasional ini selain untuk mendukung program pemerintah juga untuk memberikan daya saing yang kompetitif di pasar Indonesia,” ungkapnya.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengatakan kesepahaman yang dicapai dalam sidang komisi bersama tersebut perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret yang memberi dampak langsung terhadap peningkatan hubungan ekonomi kedua negara.
Lebih lanjut, Tomy optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Belarus akan terus berkembang ke depan seiring terbukanya peluang kerja sama perdagangan dan industri di berbagai sektor strategis.
Menurut dia, fondasi hubungan Indonesia dan Belarus telah terbangun sejak era mantan Presiden Abdurrahman Wahid dan memiliki peluang berkembang lebih optimal pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: RI-Belarus sepakati komitmen bisnis mencapai Rp7 triliun
Baca juga: RI-Belarus buka peluang penguatan kerja sama perdagangan hingga pangan
Pewarta: Aria Ananda
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·