JDT Incar Kemenangan Bersejarah Lawan Al&Ahli di Perempat Final ACL

Sedang Trending 23 jam yang lalu

Johor Darul Ta’zim (JDT) menargetkan momen bersejarah di panggung benua saat menghadapi raksasa Arab Saudi, Al-Ahli, pada pertandingan perempat final Liga Champions Asia di Jeddah pada Jumat, 17 April 2026.

Klub juara Liga Malaysia tersebut berupaya mengamankan tiket semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah klub sekaligus mempercepat pengakuan merek mereka di level global. Pencapaian menembus delapan besar merupakan wilayah baru bagi JDT yang selama ini didominasi klub asal Jepang, Korea Selatan, dan Timur Tengah.

Chief Executive JDT, Luis Garcia, menegaskan kesiapan timnya untuk menghadapi tantangan terbesar sepanjang berdirinya klub tersebut di kompetisi kasta tertinggi Asia.

"This is our biggest game ever and we are proud to be here," kata Luis Garcia, Chief Executive JDT.

Luis Garcia menambahkan bahwa ambisi klub tidak hanya berhenti pada partisipasi, melainkan keinginan untuk memberikan kebanggaan bagi pemilik klub dan seluruh masyarakat Malaysia.

"But we want more. We want to make the club, his Royal Highness and all of Malaysia proud," cetus Luis Garcia, Chief Executive JDT.

Kemajuan pesat JDT tidak terlepas dari visi jangka panjang pemilik klub, Tunku Ismail, yang mengubah tim ini menjadi kekuatan dominan di domestik sebelum mengalihkan fokus ke level Asia. Struktur kepemimpinan yang jelas di bawah kepemimpinan Tunku Ismail dinilai menjadi kunci perkembangan konsisten klub setiap tahunnya.

"We have very clear leadership. Every year we look at how we improve and take the next step. Everyone in the club is aligned with that," ujar Luis Garcia, Chief Executive JDT.

Selain performa teknis, JDT juga memperkuat profil internasional melalui kesepakatan sponsor besar dan basis pengikut media sosial yang kini telah melampaui angka 10 juta orang.

Model pengembangan klub menggabungkan talenta asing berpengalaman dengan fokus kuat pada pemain lokal melalui sistem akademi untuk meningkatkan kualitas tim nasional Malaysia.

"We want to be exciting, dynamic and bring joyful football," jelas Luis Garcia, Chief Executive JDT.

Garcia menekankan tanggung jawab klub dalam mengorbitkan pemain lokal di tengah kehadiran pemain asing asal Brasil, Spanyol, dan Argentina di dalam skuad.

"But we also have a responsibility to develop local players and raise the level of the national team," ungkap Luis Garcia, Chief Executive JDT.

Meskipun menghadapi ketimpangan finansial dibandingkan klub-klub kaya seperti Al-Hilal, JDT tetap optimis bahwa organisasi dan keyakinan tim akan menjadi faktor penentu di lapangan.

"At a certain point, money does not win matches," tutur Luis Garcia, Chief Executive JDT.

Ia meyakini bahwa kerja sama tim dan mentalitas merupakan hal yang paling krusial saat memasuki fase gugur turnamen internasional.

"Organisation, teamwork and belief — that’s what matters now," imbuh Luis Garcia, Chief Executive JDT.

Kepercayaan diri JDT meningkat setelah berhasil menyingkirkan wakil Jepang, Sanfrecce Hiroshima, pada babak sebelumnya, yang membuktikan kualitas struktur tim mereka.

"We have quality, we have structure, and we will have our chances. As a team, we can beat them," pungkas Luis Garcia, Chief Executive JDT.