Jejak Sejarah Kia dari Manufaktur Sederhana-Perusahaan Otomotif Ternama

Sedang Trending 56 menit yang lalu

Jakarta -

Perjalanan sejarah Kia dimulai sejak 1944 lalu. Namun saat itu, masih mengusung nama Kyungsung Precision Industry oleh Kim Cheol-ho yang awalnya bergerak sebagai produsen komponen logam.

Baru pada tahun 1952, nama Kia mulai diadopsi perusahaan dengan peluncuran produk mobilitas pertamanya berupa sepeda bernama 3000-Liho. Pada tahun 1973, Kia mengambil langkah besar dengan mendirikan Sohari Plant yang kini dikenal sebagai AutoLand Gwangmyeong sebagai fasilitas produksi otomotif terintegrasi pertama di Korea Selatan.

Langkah awal Kia dalam memasuki industri kendaraan roda empat dimulai tidak lama setelahnya, yaitu pada tahun 1974 melalui peluncuran Kia Brisa. Sejak saat itu, Kia terus melahirkan model ikonik global, termasuk Kia Pride pada 1987 dan Kia Sportage pada 1993 yang dikenal sebagai urban SUV pertama di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Transformasi besar Kia berlanjut pada tahun 1997 ketika perusahaan resmi bergabung ke dalam Hyundai Motor Group di bawah kepemimpinan visioner Chung Ju-yung dan Mong-Koo Chung. Dinamika brand semakin kuat pada tahun 2005 saat Euisun Chung menjabat sebagai Presiden Kia dan menerapkan strategi Design Management secara komprehensif, termasuk merekrut desainer global Peter Schreyer sebagai Chief Design Officer untuk memperkuat identitas Kia sebagai merek yang memprioritaskan desain.

adv kia

Melalui determinasi ini, Kia menandai 80 tahun kiprah globalnya melalui seremoni khusus di Kia Vision Square, Korea Selatan. Hal itu merefleksikan evolusinya menjadi salah satu pemimpin global dalam mobilitas berkelanjutan. Di kancah dunia, kualitas dan inovasi Kia telah diakui lewat berbagai pencapaian gemilang seperti Kia EV9 yang meraih World Car of the Year 2024, EV6 GT sebagai World Performance Car 2023, serta Carens yang dinobatkan sebagai Indian Car of the Year 2023.

Dua Setengah Dekade Kia Hadir dan Bertumbuh di Indonesia

Di pasar domestik, Kia juga telah mengukir sejarah yang kuat dengan menandai 25 tahun kehadirannya di Indonesia pada tahun 2025 lalu. Perjalanan selama dua setengah dekade ini mencerminkan proses belajar dan adaptasi Kia terhadap dinamika serta karakter pasar nasional yang unik. Evolusi produk Kia di Indonesia terbagi ke dalam beberapa fase penting:

  • Awal Tahun 2000-an

Pada fase awal kehadirannya, Kia dikenal masyarakat Indonesia melalui kendaraan yang menjawab kebutuhan mobilitas dasar seperti Carnival, Picanto, dan Rio.

  • Periode 2010 hingga 2018

Portofolio produk Kia berkembang semakin beragam dengan menghadirkan generasi terbaru dari Kia Sportage dan Kia Rio.

  • Periode 2019 hingga 2022

Menanggapi pergeseran tren pasar lokal di mana SUV menjadi segmen yang dominan, Kia merespons cepat dengan memperkenalkan Kia Seltos dan Kia Sonet.

  • Tahun 2023 hingga Sekarang: Selaras dengan transformasi global, Kia memasuki babak elektrifikasi di Indonesia dengan menghadirkan lini kendaraan listrik (Electric Vehicle) premium yaitu Kia EV6 dan EV9.

adv kia

Untuk memperkuat eksistensinya, Kia juga menggelar ajang 2026 Kia Collezione Indonesia sebagai panggung untuk menegaskan arah baru brand melalui konsep 'Drive Proud' dan 'World Class Mobility' menghadirkan standar kualitas global yang dikemas secara accessible premium bagi konsumen Tanah Air.

Komitmen untuk Masa Depan Lewat Produksi Lokal, MPV EV, dan Eksistensi di Pameran Nasional

Memasuki fase baru, Kia Sales Indonesia selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) resmi menegaskan komitmen jangka panjangnya melalui penguatan struktur industri yang lebih terintegrasi dengan jaringan global.

Salah satu fokus utama dalam strategi jangka menengah hingga panjang Kia adalah percepatan pengembangan produksi lokal dan transisi manufaktur di Indonesia. Indonesia sendiri memegang peran strategis dalam mendukung stabilitas pasokan di tingkat regional.

Langkah konkret dari komitmen ini adalah penyiapan model berbasis produksi lokal di pabrik Indonesia, termasuk rencana memproduksi MPV elektrifikasi (MPV EV) yang relevan dengan kebutuhan pasar domestik. Komitmen masa depan ini juga didorong oleh strategi global Plan S, sebuah kerangka kerja yang menempatkan elektrifikasi sebagai fokus utama.

Lini kendaraan listrik Kia dikembangkan di atas fondasi teknologi Electric-Global Modular Platform (E-GMP) untuk memastikan efisiensi, performa, dan kenyamanan berkendara terbaik bagi konsumen.

Untuk membangun kedekatan dan interaksi langsung dengan masyarakat, Kia secara aktif berpartisipasi dalam rangkaian pameran otomotif nasional. Panggung strategis ini dimanfaatkan Kia untuk mengenalkan arah dan produk terbarunya:

  • IIMS Jakarta

Menjadi panggung debut penting dan ruang dialog strategis bagi Kia untuk memperkenalkan identitas brand yang lebih modern, adaptif, serta berorientasi pada pengalaman pelanggan.

  • Pameran Otomotif Nasional Lainnya

Eksistensi Kia juga diperkuat melalui partisipasi aktif di IIMS Surabaya, rangkaian pameran GIIAS di beberapa kota, hingga Jakarta Auto Week (GJAW) sebagai penutup tahun.

Di samping kesiapan produk dan teknologi, Kia berkomitmen memberikan ketenangan ekstra bagi konsumen Indonesia melalui dukungan purna jual terpadu, yang mencakup program 4 Years Free Service (biaya jasa dan suku cadang untuk perawatan berkala) serta 7 Years Warranty hingga 200.000 km.

(adv/adv)