Pada setiap musim haji dan umrah, area Multazam yang terletak di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah selalu dipadati jemaah yang ingin berdoa. Lokasi tersebut, yang berjarak sekitar dua meter, diyakini sebagai tempat mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Jemaah datang untuk menempelkan tubuh ke dinding Ka'bah.
Multazam berasal dari kata Arab "iltazama" yang berarti "melekat" atau "menempel dengan kuat." Praktik ibadah di tempat tersebut mengaitkan harapan kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati. Banyak jemaah memilih tempat ini untuk memohon ampunan dan mengungkapkan penyesalan.
Lokasi ini, menurut berbagai riwayat yang dilansir dari Cahaya, menjadi tempat yang dijanjikan akan dikabulkan doanya. Imam Nawawi, dalam kitab Al-Adzkar, juga menekankan anjuran untuk memperbanyak doa di tempat-tempat mulia, termasuk di area sekitar Ka'bah. Momen kedekatan spiritual menjadi pengalaman batin yang mendalam.
Kendati tidak ada tata cara baku yang bersifat wajib, para ulama memberikan panduan berdasarkan riwayat. Dianjurkan untuk datang dengan niat tulus serta menempelkan dada, wajah, dan kedua tangan ke dinding Multazam. Jemaah dapat menyampaikan hajat pribadi setelah membaca doa yang dianjurkan.
Waktu terbaik untuk berdoa di Multazam adalah setelah selesai tawaf atau menjelang tawaf wada’. Dilaporkan dari Cahaya, momentum setelah tawaf memiliki nilai spiritual yang tinggi karena hati berada dalam kondisi lebih khusyuk. Meskipun demikian, keikhlasan dan keyakinan dalam berdoa tetap menjadi yang terpenting.
“Tidaklah seseorang berdoa di Multazam memohon sesuatu kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya” kata Al-Baihaqi.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·