Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis mengimbau jamaah yang sudah berniat melaksanakan ibadah sunnah tetap memperoleh pahala meski tidak dapat menunaikannya karena uzur atau alasan kesehatan.

“Kalau sudah punya niat baik untuk shalat di masjid lalu terhalang karena kondisi kesehatan atau demi menjaga stamina, insya Allah tetap mendapatkan pahala,” kata Kiai Cholil di Madinah, Arab Saudi, Jumat, 14 Mei 2026.

Ketua Musyrif Diny 2026 itu menjelaskan, bagi jamaah yang tinggal di hotel sekitar kawasan Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram, ibadah yang dilakukan di pemondokan tetap bernilai ibadah dan tidak perlu menimbulkan kegelisahan apabila tidak mampu terus berada di masjid.

Pengasuh Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini menilai sebagian jamaah terkadang terlalu bersemangat menjalani ibadah sunnah hingga melupakan pentingnya menjaga kebugaran tubuh menghadapi cuaca panas dan kepadatan menjelang Armuzna.

Ulama kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, 1 Juni 1975 ini juga mengimbau agar jamaah bisa lebih bijak dalam mengatur aktivitas ibadah harian demi menjaga stamina fisik.

Menurutnya, antusiasme jamaah untuk mengejar ibadah sunnah sangat tinggi, namun hal tersebut perlu diseimbangkan dengan kesadaran akan kemampuan fisik. Jamaah, terutama lansia dan kelompok risiko tinggi, diminta tidak memaksakan diri mengejar ibadah sunnah yang berpotensi menguras tenaga sebelum wukuf di Arafah.

Kiai Cholil menegaskan bahwa menjaga stamina jelang Armuzna jauh lebih penting agar jamaah mampu menjalankan rukun haji secara sempurna.

“Jangan sampai tenaga habis sebelum puncak haji. Yang paling utama adalah kesiapan untuk menjalani Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Kiai Cholil. rmol news logo article