Jakarta (ANTARA) - Perusahaan konsultan properti Jones Lang Lasalle (JLL) mengungkapkan sektor pergudangan modern di Jabodetabek mencatat performa konsisten positif pada kuartal pertama tahun ini.
"Sektor pergudangan modern di Jabodetabek mencatat performa yang konsisten positif pada kuartal pertama 2026, dengan tingkat hunian stabil di 96 persen," ujar Country Head and Head of Logistics & Industrial JLL Farazia Basarah dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Dia menambahkan pertumbuhan ini didorong oleh investasi manufaktur Tiongkok yang kuat, mencakup permintaan untuk pergudangan modern, sewa pabrik siap pakai, maupun lahan industri.
"Dikarenakan para investor khususnya dari Tiongkok, mereka mau langsung berproduksi atau beroperasi dengan menyewa pabrik yang sudah siap pakai atau gudang modern sudah siap pakai. Di mana kalau mereka membeli, mereka harus melakukan pembelian sekitar 6 bulan, lalu konstruksi sekitar 12 bulan, sehingga dengan adanya sewa itu menjadi lebih cepat 3 sampai 6 bulan tergantung dari izin-izin yang dibutuhkan oleh investor tersebut," katanya.
Dari sisi harga, pertumbuhan sewa berlanjut secara moderat. Proyek-proyek premium dengan spesifikasi unggulan, lokasi strategis, dan menawarkan fleksibilitas mampu menetapkan harga premium, yang kemudian menciptakan efek rambat pada kenaikan sewa pergudangan di kawasan sekitarnya.
"Permintaan tetap didominasi oleh sektor logistik dan jasa pengiriman, diikuti sektor-sektor lain baik dari pemain
baru yang masuk pasar maupun ekspansi perusahaan eksisting," katanya.
Dinamika pasar, lanjut Farazia Basarah, tidak hanya terpusat di Jabodetabek, namun juga menunjukkan permintaan di kota-kota lain seperti Bandung, Subang, dan Surabaya.
"Secara keseluruhan, sektor pergudangan modern dan logistik menjadi segmen dengan performa terkuat di pasar properti pada periode ini," ujarnya.
Lalu JLL juga melihat untuk permintaan dari kawasan industri juga didorong dari permintaan data center, dan permintaan data center ini juga meningkat dari aspek luasan lahan yang dibutuhkan.
Baca juga: JLL: Insentif PPN DTP berdampak positif pada pasar kondominium
Baca juga: JLL: Pemindahan ibu kota ke IKN belum berdampak terhadap tren properti
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·