Joan Mir Kuasai Pemanasan MotoGP Catalunya Setelah Balapan Penuh Drama

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Pebalap Honda Joan Mir mencatatkan waktu tercepat dalam sesi pemanasan MotoGP Grand Prix Katalonien di Barcelona pada Minggu, 17 Mei 2026, di tengah kondisi lintasan yang dingin. Sesi berdurasi sepuluh menit tersebut menjadi pembuka sebelum balapan utama yang diwarnai dua kali bendera merah dan akhirnya dimenangi oleh Fabio Di Giannantonio.

Dilansir dari asatunews.co.id, Joan Mir berhasil mengungguli Fabio Quartararo dan Marco Bezzecchi yang berada di posisi tiga besar. Pedro Acosta dan Enea Bastianini menyusul di peringkat lima besar dengan selisih jarak waktu yang sangat tipis, yakni hanya berjarak 0,352 detik dari pebalap tercepat.

Peringkat sepuluh besar sesi latihan pagi tersebut dilengkapi oleh Miller, Di Giannantonio, Raul Fernandez, Zarco, dan Marini. Sementara itu, pemenang sesi sprint yang berlangsung pada hari Sabtu, Alex Marquez, harus puas menempati posisi ke-15.

Sesi pemanasan ini juga dimanfaatkan para pebalap untuk mengevaluasi serangkaian insiden kecelakaan yang terjadi pada sesi sprint hari Sabtu. Sesi sprint tersebut diwarnai kecelakaan beruntun yang menyebabkan Brad Binder terjatuh dan menyeret Joan Mir ke area kerikil.

Pengawas balapan menilai insiden pada hari Sabtu tersebut sebagai kecelakaan balap biasa dan tidak menjatuhkan hukuman penalti kepada pebalap mana pun yang terlibat.

Kondisi sulit di Sirkuit Barcelona-Catalunya juga dirasakan oleh pebalap Aprilia Jorge Martin yang mengalami kecelakaan masing-masing dua kali pada hari Jumat dan Sabtu hingga gagal finis di sesi sprint.

"tückischen" kata Jorge Martin seperti dilaporkan oleh motorsport-total.com.

can memicu evaluasi mendalam karena tim Aprilia mengalami kesulitan besar untuk menemukan batas maksimal performa motor di sirkuit ini, tepat satu minggu setelah mereka meraih kemenangan besar di Le Mans.

Memasuki balapan utama, Fabio Di Giannantonio dari VR46 Racing Team keluar sebagai pemenang setelah berhasil memanfaatkan momen start ulang terakhir dengan sangat baik. Keberhasilan ini menjadi kemenangan kedua bagi pebalap asal Italia tersebut di kelas utama MotoGP.

"irgendwie in die Kurve zu fahren" cetus Fabio Di Giannantonio, pebalap VR46.

Komentar tersebut disampaikan Di Giannantonio saat menjelaskan upayanya untuk bereaksi setelah mengalami kelebihan kecepatan yang tiba-tiba saat melakukan pengereman akibat efek aerodinamis di trek lurus.

Di Giannantonio sukses mengamankan podium pertama di depan Joan Mir yang finis di tempat kedua, sementara posisi ketiga diraih oleh pebalap Gresini-Ducati Fermin Aldeguer yang harus memulai balapan dari posisi ke-15.

"Giornata difficile, è stato duro gareggiare quando il tuo compagno di squadra è in ospedale. Una caduta molto brutta, l’ambiente dentro il box era difficile da gestire. Siamo rimasti concentrati, spero tutti stiano bene" tutur Fermin Aldeguer saat diwawancarai Sky Sport.

Aldeguer mengakui bahwa balapan berjalan sangat berat secara mental karena kecelakaan parah yang menimpa rekan setimnya di awal balapan membuat atmosfer di dalam garasi tim menjadi sangat sulit dikendalikan.

"Penso che siamo un po’ in ritardo su questa moto. L’anno scorso mi trovavo meglio. Siamo prendendo la strada giusta. Durante questo weekend mi sentivo forte. Sono stato un po’ sfortunato, partire 15esimo non è mai facile. Abbiamo recuperato fino al podio. La cosa più difficile per me è trovare il compromesso tra allenarmi e gestirmi" tambah Fermin Aldeguer.

Meskipun menghadapi kendala adaptasi dengan motor baru, pebalap Spanyol tersebut merasa timnya sudah berada di jalur yang benar setelah berhasil memulihkan posisi hingga mengamankan podium ketiga.