Johan Rosihan Ajak Pemuda Sumbawa Berkontribusi Menuju Indonesia Emas 2045

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, Johan Rosihan, menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan serta berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam talkshow Meet The Leaders di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu (24/5), dilansir dari Detikcom.

Forum dialog yang diselenggarakan Sekolah Pilar Muda bersama MY Institute di La Grande Ballroom ini turut menghadirkan Sherly Annavita Rahmi. Kegiatan tersebut dibentuk sebagai ruang interaktif karena tingginya kebutuhan anak muda Sumbawa dalam menyampaikan gagasan sosial.

Sebagai penggagas, Johan Rosihan menjelaskan bahwa wadah ini dirancang netral dari kepentingan politik. Sekolah ini berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.

"Banyak generasi muda yang ingin terlibat langsung dalam proses perubahan sosial, tetapi belum memiliki ruang yang memadai untuk mengembangkan potensinya," ujar Johan Rosihan, Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI dalam keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Johan, pemuda tidak boleh sekadar menjadi penonton dalam perubahan zaman. Generasi muda dituntut menjadi pelaku utama pembangunan di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta dinamika ekonomi global.

Pembicara lainnya, Sherly Annavita Rahmi, menyoroti urgensi literasi digital bagi pemuda saat ini. Ia menilai media sosial harus dioptimalkan untuk edukasi dan sarana menciptakan dampak sosial yang positif bagi lingkungan.

"Media sosial jangan hanya dijadikan tempat hiburan semata, tetapi juga ruang belajar dan membangun dampak positif," kata Sherly Annavita Rahmi, narasumber talkshow.

Kepala Sekolah Pilar Muda, Miftahul Arzak, menambahkan bahwa program ini fokus pada pembentukan karakter. Kondisi demografi Kabupaten Sumbawa yang didominasi Generasi Z dan Alpha menjadi peluang besar sekaligus tantangan akibat arus digitalisasi.

"Rendahnya literasi, budaya instan, kecanduan media sosial, pengangguran muda, hingga menurunnya kepedulian sosial menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi bersama," ujar Miftahul Arzak, Kepala Sekolah Pilar Muda.

Miftahul menjelaskan para delegasi tidak hanya berdiskusi, melainkan didorong melakukan riset dan menulis esai mengenai persoalan pangan serta lingkungan. Rekomendasi pemikiran mereka nantinya diserahkan kepada pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Sumbawa.