Jakarta (ANTARA) - Pelatih timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan sudah berbicara dengan 16 pemain diaspora sejak menjadi pelatih tim Garuda pada Januari.
Kepada wartawan di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat, ia tak mengungkapkan siapa ke-16 pemain tersebut tapi memastikan mereka digunakan untuk memperkuat tim.
“Ya, kami sedang melihat beberapa pemain diaspora. Sejak saya datang, kami sudah mengevaluasi lebih dari 16 pemain. Saya juga sudah berbicara dengan lebih dari 16 pemain diaspora. Itu proses yang terus berjalan," kata Herdman kepada wartawan di Stadion Madya, Jumat.
"Mereka mungkin bisa membela Italia, Belanda, atau negara lain yang sudah pernah ke Piala Dunia. Tapi di Indonesia, mereka bisa menjadi generasi pertama yang melakukannya. Banyak pemain mendengarkan itu. Jadi kami akan terus memperkuat tim ini," tambah dia.
Kendati memberi sinyal akan menambah pemain diaspora, Herdman tetap tak akan melupakan pemain lokal.
Bukan tidak mungkin, tambah Herdman, Indonesia memiliki pemain-pemain lokal hebat jika prosesnya benar.
Baca juga: John Herdman fokus pada pertandingan Piala AFF 2026
"Kalau pemain lokal percaya bahwa tim ini tidak hanya bergantung pada striker, tetapi semua pemain bisa mencetak gol, itu langkah terbesar," sambungnya.
"Mungkin (Erling) Haaland tidak akan tiba-tiba muncul dalam empat tahun. Bisa saja, seperti Kanada punya Jonathan David, Tajon Buchanan, Alphonso Davies."
"Tapi belum tentu semua negara punya itu. Jadi saya tidak ingin bergantung pada munculnya satu striker luar biasa. Kami akan melatih tim ini untuk mencetak gol dari semua posisi," kata Herdman.
Belum ada diaspora baru selama Herdman menjabat sejak Januari yang sudah memimpin Indonesia dalam FIFA Series 2026 pada Maret.
Itu adalah turnamen pertamanya sebelum memimpin tim Garuda dalam FIFA Match Day, Piala ASEAN 2026 mulai akhir Juli, dan Piala Asia 2027 di Arab Saudi.
Baca juga: John Herdman lebih pilih nonton Persija
Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
8 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·