KETUA Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mohammad Jumhur Hidayat dikabarkan segera menjadi menteri dalam Kabinet Merah Putih di tengah isu reshuffle atau kocok ulang yang kembali mencuat. Jumhur membenarkan bahwa ia akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Iya benar (akan dilantik presiden jadi menteri)," kata mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BNP2TKI) ini saat dihubungi pada Senin, 27 April 2026.
Jumhur belum merespons pertanyaan ihwal posisi yang akan ia tempati maupun kapan pelantikannya dihelat. Di sisi lain, kabar masuknya Jumhur ke kabinet telah berhembus di internal organisasi buruh sejak pekan lalu.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea mengakui hal tersebut. "Saya sudah mendengar ada rencana tokoh buruh masuk kabinet sejak pekan lalu. Masuknya Jumhur menjadi representasi kalangan buruh," ucap Andi lewat telepon pada Senin.
Menurut Andi, ia setiap hari berkomunikasi dengan Jumhur termasuk pada Minggu malam, 26 April 2026. Ia juga menyampaikan pesan kepada Jumhur agar tidak meninggalkan ideologi dan semangat buruh ketika sudah menjadi pejabat kelak.
Kemunculan tokoh buruh dalam isu reshuffle dikaitkan dengan wacana pembentukan dewan kesejahteraan buruh yang pernah disampaikan oleh Prabowo pada peringatan Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2025 silam. Namun hingga saat ini organisasi itu belum kunjung terbentuk.
Menurut informan Tempo yang berasal dari organisasi buruh, Prabowo dikabarkan bakal membentuk satuan tugas PHK sebagai ganti dewan kesejahteraan tersebut. Dalam beberapa hari mendatang, kata sumber ini, pejabat dari satgas ini akan dilantik.
Isu reshuffle berhembus beberapa kali sejak awal tahun ini. Pada penghujung Januari 2026 lalu, rumor itu menggelinding setelah keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono, didapuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Penunjukan Thomas secara otomatis membuat kursi Wakil Menteri Keuangan yang sebelumnya diduduki kosong.
Kabar itu terbukti benar ketika Presiden Prabowo melantik mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Juda Agung, untuk mengisi jabatan tersebut. Thomas dan Juda bertukar posisi.
Kemudian, kabar pengocokan ulang kabinet juga beredar manakala keponakan Prabowo yang lain, yakni Budisatrio Djiwandono, disebut bakal bergabung ke kabinet oleh Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Utut Adianto. Pernyataan itu disampaikan Utut dalam rapat kerja bersama Kementerian Pertahanan dan TNI pada Senin, 26 Januari.
Sekretaris Kabinet Letnan Kolonel Teddy Indra Wijaya tidak membenarkan maupun membantah ketika ditanya apakah ada rencana reshuffle dalam waktu dekat. Dia hanya meminta publik menantikan kabar resmi pengocokan ulang jajaran pembantu Presiden tersebut.
Teddy pun kembali ditanya apakah perombakan kabinet bakal dilakukan pada April 2026, namun dia enggan menjawab dengan lugas. Ia hanya menyebut bahwa Presiden Prabowo yang bakal menjelaskan. “Nanti Bapak Presiden yang menceritakan,” tutur Teddy singkat, di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 7 April 2026.
Sultan Abdurrahman dan Ervana Trikarinaputri berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Makin Melebar Tugas Militer di Ranah Sipil. Apa Bahayanya?
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·