Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Analis Politik dan Militer Universitas Nasional (UNAS) Selamat Ginting menilai, pemilihan Jumhur merupakan langkah politik yang sarat makna.

"Terutama jika dikaitkan dengan momentum Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei," kata Ginting, dikutip Sabtu 2 Mei 2026.

May Day menjadi sebuah hari yang secara historis identik dengan mobilisasi massa dan tekanan politik dari kelompok pekerja.

"Dalam konteks ini, pemerintah tampaknya sedang memainkan strategi klasik namun efektif, yakni: merangkul untuk mengendalikan," kata Ginting.

Pasalnya, Jumhur bukan sosok teknokrat lingkungan hidup. Ia adalah aktivis buruh yang lama berada di garis depan advokasi pekerja. 

Ketika figur seperti ini masuk ke dalam kabinet, pesan politiknya jelas.  Pemerintah tidak ingin berhadapan dengan buruh di jalanan, melainkan mengajak mereka masuk ke dalam lingkaran kekuasaan.

"Langkah ini dapat dibaca sebagai bentuk kooptasi politik, sebuah strategi  meredam potensi oposisi dengan menjadikannya bagian dari system," kata Ginting. rmol news logo article