Juventude Singkirkan Sao Paulo dari Copa do Brasil 2026

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Juventude memastikan tempat di babak 16 besar Copa do Brasil setelah mengalahkan Sao Paulo dengan skor 3-1 dalam laga leg kedua di Stadion Alfredo Jaconi pada Rabu, 13 Mei 2026 malam. Hasil ini membuat tim beralias Alviverde tersebut unggul secara agregat dan membalikkan keadaan setelah sempat tertinggal satu gol pada pertemuan pertama di Morumbis.

Kemenangan tuan rumah dipastikan melalui gol-gol yang dicetak oleh Gabriel Pinheiro, Marcos Paulo, dan Mandaca, sementara tim tamu hanya bisa memperkecil ketertinggalan lewat gol Tapia. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri keraguan terhadap performa skuat asuhan Mauricio Barbieri yang tampil dominan sejak menit awal pertandingan penentuan tersebut.

Pelatih Juventude, Mauricio Barbieri, menyatakan apresiasinya terhadap dukungan para penggemar yang menciptakan atmosfer luar biasa di stadion sepanjang laga berlangsung. Menurutnya, dominasi tim sudah terlihat sejak awal pertandingan meskipun terdapat insiden kartu merah yang memengaruhi jalannya strategi kedua tim.

"Primeiro de tudo, dividir essa parabéns com a torcida que fez uma festa muito bonita. Um ambiente especial, numa decisão. Foi um grande jogo. Desde o início fomos superiores ao adversário. Mesmo quando tínhamos a igualdade numérica, criamos mais chances e domínio amplo do jogo. Claro que uma expulsão condiciona e muito a partida. Nesse ponto, vale lembrar na expulsão no jogo de ida. Com um a menos tínhamos que minimizar os danos e não sofrer. Essa vitória começou a ser construída naquele jogo, com a equipe tendo bastante sabedoria" kata Barbieri.

Barbieri menjelaskan bahwa Sao Paulo cenderung bermain bertahan setelah kehilangan satu pemain, sehingga timnya berupaya keras memaksimalkan setiap celah yang ada untuk menciptakan peluang. Ketahanan mental para pemain Juventude diuji ketika lawan sempat mencetak gol pada menit ke-40 babak kedua, namun mereka tetap mampu merespons dengan cepat.

"O São Paulo com um jogador a menos iria se fechar e nós conseguimos colocar em prática muito daquilo que tínhamos trabalhado. Soubemos procurar os espaços e criar oportunidades. Buscamos o resultado o tempo inteiro. Fomos fortes mentalmente, porque tomamos o gol aos 40 do segundo tempo e a equipe foi buscar o gol da vitória. Uma noite muito especial e que ficará marcada para todo mundo" ujar Barbieri.

Perubahan taktik dilakukan oleh Barbieri dengan menempatkan empat bek tengah, di mana Marcos Paulo digeser menjadi bek kiri menggantikan Wadson yang dinilai tidak dalam kondisi fisik prima untuk bermain penuh. Keputusan tersebut terbukti efektif mengingat Marcos Paulo dan Gabriel Pinheiro menyumbang gol awal bagi Juventude.

"A gente tem demonstrado na temporada ser uma equipe muito sólida defensivamente. Hoje, tivemos uma mudança, o Marcos Paulo jogando na lateral. No domingo, treinamos e ele foi muito bem. O Wadson não tinha condições de sustentar os 90 minutos e poderia ser uma arma para o decorrer do jogo" jelas Barbieri.

Mandaca menjadi sosok penentu kemenangan setelah masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol terakhir meski sebelumnya sempat diragukan tampil akibat cedera pergelangan kaki. Barbieri mengungkapkan rasa bangganya terhadap pengorbanan sang gelandang yang bersedia bermain demi kepentingan klub di tengah rasa sakit yang masih dirasakan.

"O Mandaca era dúvida. Eu tive muitas conversas com ele na semana e no jogo, de tentar entender o melhor momento. Agradecer ele pela disposição e sacrifício, de ainda estar com o incomodo e se colocar à disposição. Ele tinha algum receio. No final, quando precisou, conversamos e disse que ele entraria e faria o gol. Ele veio me abraçar. Fico muito feliz. Ele tem muita identificação com o clube, um baita profissional, um ser humano especial. Ele entrar nessas condições e fazer o gol é um presente muito bom pra ele também" tutur Barbieri.