Juventus Gagal ke Liga Champions, Luciano Spalletti Siap Rombak Skuad

Sedang Trending 45 menit yang lalu

Kegagalan Juventus menembus zona Liga Champions musim depan memicu evaluasi besar dari sang pelatih, Luciano Spalletti, yang mengisyaratkan bakal mendepak sejumlah pemain dengan karakter minim.

Kepastian tersebut terjadi setelah Juventus ditahan imbang 2-2 oleh Torino pada laga penutup Serie A, Senin (25/5/2026) dini hari WIB, yang membuat mereka finis di peringkat keenam dengan 69 poin.

Hasil minus di pekan terakhir ini membuat Juventus terpaut dua angka dari Como yang mengamankan peringkat keempat sekaligus tiket pamungkas ke Liga Champions, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Padahal, klub berjuluk Si Nyonya Tua tersebut sempat konsisten menghuni posisi empat besar sejak April bahkan menempati urutan ketiga hingga pekan ke-36, sebelum akhirnya tergelincir akibat kalah dari Fiorentina dan imbang di derby Turin.

Kini Juventus harus rela turun kasta ke Liga Europa musim depan bersama AC Milan yang menyudahi kompetisi di peringkat kelima klasemen akhir.

Spalletti meluapkan kekecewaan mendalam atas penurunan performa anak asuhnya dan menegaskan signifikansi aspek mentalitas dalam sebuah tim besar.

"Saya pikir karakter selalu membuat perbedaan. Terkadang, kepribadian saling bersatu. Itu adalah sesuatu yang sama pentingnya dengan kekuatan fisik dan teknik. Mentalitas seorang pemain sepak bola tidak boleh berubah melawan tim tertentu. Dia bisa menang atau kalah, tetapi selalu memiliki sikap yang sama," ujar Spalletti.

Mantan pelatih timnas Italia itu menilai keragu-raguan di lapangan menjadi indikator utama lemahnya kepribadian seorang pemain yang tidak cocok berseragam Bianconeri.

"Semua orang ragu tentang performa mereka saat turun ke lapangan. Ketika Anda terus terikat pada keraguan ini, Anda menjadi ragu-ragu, jadi Anda perlu lepas dan membuat keputusan. Itulah solusinya. Setiap orang memiliki keraguan, tetapi keputusan harus dibuat. Jika Anda memiliki terlalu banyak keraguan, Anda tidak memiliki cukup karakter, dan Anda tidak bisa bermain untuk Juventus karena inilah yang membuat perbedaan," kata Spalletti.

Ia juga menambahkan bahwa perkara mental dan karakter merupakan bawaan individu yang tidak bisa dibentuk melalui latihan biasa.

"Anda tidak bisa mengajarkan kepribadian. Anda bisa mengajarkan taktik dan teknik, tetapi karakter sulit dipelajari. Kami telah mengalami pasang surut," tutur Spalletti.

Menatap bursa transfer musim panas, Spalletti mengaku sudah bergerak cepat dengan mengadakan pertemuan bersama General Manager Juventus, Damien Comolli, untuk berburu pilar baru.

"Ini adalah hal-hal yang telah kami bicarakan dengan Comolli dan yang lain. Kami membutuhkan pemain yang meningkatkan level karakter tim. Inilah mengapa terkadang kami memainkan laga yang hebat tapi di lain waktu kami tenggelam seperti batu," jelas Spalletti.