Kecelakaan hebat melibatkan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin, 27 April 2026, pukul 20.52 WIB. Insiden tragis di jalur satu arah Cikarang ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
Data sementara menunjukkan sebanyak 29 orang telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang memantau lokasi kejadian mengonfirmasi jumlah korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
"Sementara saya mendapatkan informasi sudah dievakuasi sebanyak 29 orang sudah di rumah sakit dan tiga (korban) meninggal," ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR.
Proses pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh petugas gabungan di area peron dan rangkaian kereta. Dasco menambahkan bahwa jumlah korban kemungkinan masih dapat bertambah mengingat proses evakuasi yang masih berjalan dinamis.
"Kalau melihat proses evakuasi yang berlangsung ada kemungkinan korban masih akan bertambah," ujar Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula saat sebuah taksi menemper KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal. Hal tersebut menyebabkan KRL terhenti di lintasan, yang kemudian dihantam oleh KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.
"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya terhenti. KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," kata Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.
Pihak PT KAI menyatakan permohonan maaf atas gangguan layanan dan keamanan yang dialami oleh para penumpang. Franoto menegaskan bahwa saat ini prioritas utama adalah penanganan korban dan normalisasi jalur kereta api bersama pihak kepolisian.
"Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal," ujar Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta.
Salah satu penumpang selamat bernama Heri memberikan kesaksian bahwa benturan keras terjadi saat Commuter Line sedang berhenti. Menurutnya, bagian belakang gerbong KRL mengalami kerusakan parah akibat hantaman kereta jarak jauh tersebut.
"Commuter Line mengalami hancur di bagian belakang. Kami semua langsung dievakuasi naik oleh petugas," kata Heri, Penumpang Selamat.
Hingga pukul 21.50 WIB, petugas masih mematikan aliran listrik aliran atas (LAA) pada lintas Cibitung-Bekasi Timur untuk menjaga keamanan proses evakuasi. PT KAI mengerahkan tim teknis guna memastikan pemulihan sarana dan prasarana di emplasemen Bekasi Timur dapat diselesaikan secepatnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·