KAI Dampingi 24 Penumpang Insiden Stasiun Bekasi Timur yang Masih Dirawat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sebanyak 24 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026). Dilansir dari Money, total terdapat 106 penumpang terdampak dalam peristiwa tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyatakan bahwa 76 penumpang lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. Pihak manajemen saat ini memberikan prioritas pada pendampingan optimal bagi para pelanggan yang sedang dalam masa pemulihan fisik maupun psikis.

"Kami memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan waktu. Karena itu, kami terus mendampingi pelanggan dan keluarga," ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Perusahaan juga menyediakan fasilitas kesehatan tambahan guna mendukung ketenangan para korban selama menjalani proses perawatan. Fasilitas tersebut mencakup penyediaan kebutuhan medis hingga penanganan trauma pasca-kejadian.

"Kami memastikan kebutuhan selama perawatan dapat terpenuhi, serta menghadirkan layanan trauma healing agar proses pemulihan dapat berjalan lebih tenang," lanjut Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

KAI mendirikan Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur yang akan beroperasi hingga 11 Mei 2026 untuk melayani koordinasi administrasi dan layanan kesehatan lanjutan. Selain itu, petugas masih melakukan verifikasi terhadap 58 barang milik penumpang yang ditemukan di lokasi kejadian, setelah 57 barang lainnya berhasil diserahkan kepada pemilik.

"Kami mengimbau pelanggan yang merasa kehilangan barang untuk dapat mengambilnya melalui Posko Bekasi Timur," ungkap Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan komitmen perusahaan untuk bertanggung jawab penuh terhadap masa depan keluarga korban yang meninggal dunia. Bentuk dukungan yang disiapkan meliputi jaminan pendidikan bagi anak-anak mendiang penumpang agar keberlanjutan hidup mereka tetap terjamin.

"Kami tanpa henti menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan dan keluarga atas kejadian di Stasiun Bekasi Timur," ujar Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Manajemen menyatakan bahwa segala upaya saat ini dipusatkan pada evaluasi keselamatan operasional di masa mendatang. Kehadiran masyarakat yang memberikan dukungan moral di lokasi kejadian diakui menjadi motivasi tambahan bagi perusahaan dalam menyelesaikan proses penanganan ini.

"Kami akan terus mendampingi setiap keluarga dan pelanggan dalam proses pemulihan ini. Doa dan kepedulian yang hadir menjadi penguat bagi kami untuk terus menjaga keselamatan ke depan," tegas Bobby Rasyidin, Direktur Utama KAI.

Sejak operasional kembali normal pada 28 April 2026, volume pengguna di Stasiun Bekasi Timur tercatat mencapai 15.774 pengguna masuk dan 20.575 pengguna keluar.