KAI: sejumlah perjalanan KA dibatalkan akibat insiden Bekasi Timur

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Purwakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Daerah Operasi 2 Bandung membatalkan beberapa perjalanan kereta api sebagai dampak insiden yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jabar, Senin malam.

Manajer Humas KAI Daop 2 Bandung Kuswardojo melalui sambungan telepon dari Purwakarta, Senin menyampaikan insiden kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur berdampak terhadap perjalanan kereta api.

"Dua perjalanan KA Parahyangan 139B berangkat Bandung pukul 19.25 WIB dan KA 140B berangkat Gambir 23.05 WIB kami batalkan sebagian perjalanannya untuk lintas Karawang-Gambir PP," katanya.

Pembatalan perjalanan kereta api itu merupakan dampak dari insiden yang terjadi di wilayah Bekasi Timur.

Ia menyebutkan, penanganan atas insiden itu masih terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jasa dan petugas di lapangan.

"Kami memohon maaf dan turut berduka cita yang mendalam atas kejadian tersebut," katanya.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam keterangan resminya menyatakan fokus melakukan evakuasi penumpang dan penanganan rangkaian kereta terkait insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta api jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur.

"Saat ini seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam pernyataan di Jakarta.

PT KAI sebelumnyamenyampaikan bahwa telah terjadi insiden operasional di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta, yang berdampak pada perjalanan kereta api.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, terdapat empat orang penumpang KRL yang dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Selain itu, terdapat 38 penumpang KRL yang dilaporkan mengalami luka-luka dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.