Kapolda Riau Copot 28 Personel Polsek Panipahan Akibat Kasus Narkoba

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melakukan pencopotan terhadap 28 personel Polsek Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba pada Kamis (16/4/2026). Langkah tegas ini diambil sebagai upaya evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kepolisian yang terindikasi tidak profesional dalam menjalankan tugas.

Perombakan besar-besaran ini mencakup posisi Kapolsek hingga Kanit Reskrim guna memulihkan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, seluruh personel baru yang ditugaskan langsung menjalani pemeriksaan kesehatan ketat untuk memastikan integritas mereka.

"Aparat Polsek, Kapolseknya diganti, personelnya semua yang terlibat kami ganti," kata Irjen Herry disambut tepuk tangan warga.

Kepastian mengenai kebersihan personel pengganti ditegaskan melalui prosedur tes urine yang dilakukan pada hari pertama mereka bertugas di Mapolsek. Kapolda memastikan bahwa tim baru tersebut telah melewati tahap penyaringan awal sebelum resmi melayani masyarakat Panipahan.

"Sebelum masuk kerja tadi pagi semuanya dites urine semua dan alhamdulillah hasilnya semuanya negatif," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Irjen Herry juga berinteraksi langsung dengan warga untuk memastikan kehadiran polisi tetap diinginkan di wilayah tersebut. Dialog dilakukan guna merespons dinamika sosial yang sempat memanas akibat keresahan warga terhadap peredaran barang haram.

"Setuju tidak? Boleh tidak polisi ada di sini?" tanya Irjen Herry Heryawan yang langsung dijawab 'boleh' oleh warga.

Meski terdapat pencopotan massal, warga tetap berharap institusi kepolisian tetap eksis untuk menjaga keamanan di wilayah mereka. Kapolda pun sempat melontarkan pilihan kepada masyarakat mengenai keberlanjutan unit kepolisian di sana.

"Atau saya tarik semuanya saja?" tanyanya kembali.

Menanggapi tantangan peredaran narkotika, Kapolda menekankan pentingnya kolaborasi antara warga dan aparat penegak hukum untuk memutus rantai distribusi. Ia membuka saluran komunikasi langsung agar warga dapat melaporkan setiap temuan penyimpangan tanpa melalui jalur birokrasi yang rumit.

"Berarti, yang harus kita lakukan adalah kerja sama, gotong royong. Sekarang sudah ada kapolsek yang baru silakan laporkan, kalau tidak lapor melalui nomor WhatsApp saya, sepakat tidak," kata Kapolda disambut persetujuan warga.

Permintaan maaf secara terbuka turut disampaikan oleh pimpinan tertinggi Kepolisian Daerah Riau tersebut atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat belakangan ini. Ia mengakui adanya kekurangan dalam pelaksanaan tugas lapangan yang memicu ketidakpuasan publik.

"Secara pribadi maupun sebagai Kapolda Riau, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Panipahan. Kami juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas peristiwa yang terjadi beberapa waktu lalu," ujar Irjen Herry.

Institusi Polri menjadikan insiden ini sebagai bahan refleksi internal untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penegakan hukum di masa depan. Perombakan personel dianggap sebagai titik balik bagi kepolisian setempat untuk lebih responsif terhadap laporan warga.

"Kami menyadari bahwa apa yang terjadi tidak terlepas dari ketidakpuasan masyarakat. Ini menjadi evaluasi bagi kami bahwa masih ada kekurangan dalam pelaksanaan tugas di lapangan," lanjutnya.

Herry menegaskan bahwa peristiwa di Panipahan harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota kepolisian untuk senantiasa hadir dan mendengar keresahan rakyat secara nyata. Upaya pembersihan internal ini merupakan komitmen jangka panjang dalam pemberantasan narkoba di wilayah Riau.

"Peristiwa ini menjadi wake-up call bagi kita semua. Pengingat keras agar kami benar-benar hadir di tengah masyarakat, mendengar, memahami, dan menindaklanjuti setiap permasalahan secara nyata," imbuhnya.

Kegiatan dialog ini turut dihadiri oleh Danrem 031/Wira Bima Brigjen Agustatius Sitepu, Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi, serta Bupati Rokan Hilir Bistamam. Kehadiran para pejabat lintas instansi ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan memastikan situasi kamtibmas di Panipahan kembali kondusif.