Jakarta (ANTARA) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan program penanaman jagung yang dijalankan Polri sukses menghasilkan 3,9 juta ton jagung sepanjang tahun 2025 sebagai bagian dari dukungan pada target swasembada pangan nasional.
"Pada tahun 2025, Polri berhasil merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 hektare dengan hasil panen sebanyak 3,9 juta ton," kata Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu
Hal itu dikatakan Kapolri saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden Prabowo Subianto pada panen raya jagung serentak kuartal II tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu.
Menurut Kapolri, capaian tersebut turut mendukung peningkatan produksi jagung nasional pada 2025 sebesar 6,74 persen atau sekitar 1,8 juta ton dibandingkan periode sebelumnya.
Ia menjelaskan Polri masih memiliki potensi pengembangan lahan jagung pada tahun 2026 seluas 1,37 juta hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Sigit memaparkan panen raya kuartal I yang digelar pada 8 Januari 2026 dilakukan pada lahan seluas 91 ribu hektare dengan hasil mencapai 884.129 ton jagung.
Sementara pada panen raya kuartal II/2026 yang dipimpin Presiden Prabowo di Tuban, luas lahan yang dipanen mencapai 189.760 hektar dengan potensi hasil sekitar 1,23 juta ton.
"Sebanyak 100 ton jagung hasil panen tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui perbatasan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat," ujarnya.
Baca juga: Prabowo resmi awali panen raya jagung dan pembangunan gudang pangan
Baca juga: Bulog gandeng Polri kejar target penyerapan jagung 1 juta ton di 2026
Kapolri mengatakan koperasi membeli jagung dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan menjualnya ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram sehingga menghasilkan margin keuntungan Rp500 per kilogram.
Menurut Sigit, pola tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil panen petani.
Secara khusus di Kabupaten Tuban, Polri melakukan panen raya di lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare yang dikelola empat kelompok tani, yakni KTH Wono Lestari, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wono Mulyo, serta lahan milik PT Semen Indonesia.
"Dari luas lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 609 ton dan seluruh hasil panen akan dikirimkan ke Bulog guna mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan," kata Sigit.
Selain panen raya jagung, agenda di Tuban juga dirangkaikan dengan peletakan batu pertama pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Prabowo lanjut ke Tuban hadiri panen raya jagung kuartal II/2026
Baca juga: Polri siapkan 166 SPPG untuk diresmikan Presiden di Tuban
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·