Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui informasi terkait perkembangan kasus hantavirus— penyakit yang disebabkan hewan pengerat utamanya tikus — yang terdeteksi pada penumpang kapal pesiar MV Hondius.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, otoritas Swiss telah mengkonfirmasi satu kasus hantavirus pada seorang penumpang kapal tersebut yang datang ke rumah sakit di Zurich.
“Pasien saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Swiss,” kata Tedros dalam pernyataan tertulis, Kamis (7/5).
Ia menjelaskan, pasien tersebut merespons email dari operator kapal yang memberitahukan adanya kejadian kesehatan kepada para penumpang.
“Sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional (IHR), WHO bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk mendukung pelacakan kontak internasional, guna memastikan bahwa mereka yang mungkin terpapar dipantau dan penyebaran penyakit lebih lanjut dapat dibatasi,” ujar Tedros.
Virus Jenis Andes
Tedros mengungkapkan, virus yang teridentifikasi dipastikan jenis Ande, salah satu jenis hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan.
8 Kasus Terkait Hantavirus
Tedros menambahkan, hingga 6 Mei terdapat delapan kasus terkait kejadian ini, dengan tiga di antaranya telah dikonfirmasi sebagai hantavirus melalui pemeriksaan laboratorium.
“WHO akan terus bekerja sama dengan berbagai negara untuk memastikan para pasien, kontak erat, penumpang, dan kru mendapatkan informasi serta dukungan yang diperlukan agar tetap aman dan mencegah penyebaran lebih lanjut,” katanya.
Sekilas Kapal Pesiar Hondius
Kapal MV Hondius adalah kapal ekspedisi kutub milik Oceanwide Expeditions yang biasa berlayar ke Antartika dan Atlantik Selatan. Dalam perjalanan yang sekarang terkait kasus hantavirus, rutenya memang cukup panjang dan melewati pulau-pulau terpencil.
Berdasarkan laporan WHO dan media internasional, kapal pesiar berangkat dari Ushuaia, Argentina, sekitar 1 April 2026, membawa sekitar 147 orang (penumpang dan kru).
Rute utamanya:
Ushuaia, Argentina
Antartika
South Georgia
Nightingale Island
Tristan da Cunha
Saint Helena
Ascension Island
Cape Verde
Setiba di dekat Cape Verde, negara di Afrika Barat itu menolak kapal merapat dengan alasan "kehati-hatian" menyusul munculnya wabah hantavirus.
Spanyol kemudian mengizinkan kapal berlabuh di wilayahnya di Kepulauan Canary dengan alasan kemanusiaan.
Sejumlah penumpang diketahui telah turun lebih awal di beberapa pemberhentian, seperti Saint Helena dan lokasi lainnya, termasuk penumpang yang kini terkonfirmasi sebagai kasus terbaru hantavirus di Swiss.
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·