Moms, buntut dari penganiayaan daycare Little Aresha tidak main-main untuk para korban. Menurut penelusuran Dinas Kesehatan Yogyakarta sebanyak 17 Anak mengalami gangguan gizi dan 13 lainnya mengalami masalah perkembangan.
Hal ini tentu membuat hati para ibu teriris karena anak yang mereka kandung dan rawat sepenuh hati harus mengalami hal menakutkan yang ternyata dampaknya bisa terjadi hingga dewasa.
Namun, hingga saat ini pihak dinkes sedang memantau para korban terkait kesehatannya dengan mengerahkan seluruh sumber daya di puskesmas mulai dari ahli gizi, dokter, psikolog hingga bidan.
“Diagnosis sementara, 17 anak mengalami kekurangan gizi serta 13 lainnya mengalami keterlambatan. Nanti itu harus diverifikasi, maksudnya diperiksa lagi,” Kata Emma, Senin (⅘).
Melansir dari laman PubMed Central ada beberapa risiko yang mengintai kesehatan mental anak yang mengalami kekerasan fisik.
Dampak Kekerasan Fisik pada Anak
Beberapa dampak ini bisa terlihat dari tingkah laku anak di rumah, Moms seperti:
1. Kemunduran perilaku
Anak yang sudah mengerti dan lolos toilet training misalnya, jika mengalami kekerasan fisik ia akan kembali lagi ngompol, menghisap jempol, atau tiba-tiba bisa sangat lengket ke pengasuhnya
2. Munculnya ketakutan tanpa sebab
Biasanya anak akan mudah menangis atau tiba-tiba berubah jadi agresif dan mudah marah seperti membanting mainannya
3. Mengalami gangguan tidur
Anak akan mudah mimi buruk, sering terbangun pada malam hari atau bahkan mengalami insomnia
4. Ada perilaku ekstrem atau menarik diri
Misalnya anak jadi lebih sering memukul, menggigit atau bisa jadi tiba-tiba diam dan menarik diri dari kehidupan sosial
5. Jadi lebih waspada dan tegang
Misalnya jadi lebih kaget, tiba-tiba cemas berlebih, teriak dan takut mencoba
Jadi, dampak dari kekerasan ini bukan cuma fisik yang terguncang tapi mental anak bisa terimbas hingga dewasa nanti, Moms.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·