Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Lolos ke Final Liga Champions

Sedang Trending 1 jam yang lalu

ARSENAL memastikan tempat di final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam dua dekade setelah mengalahkan Atletico Madrid 1-0 pada leg kedua semifinal di Emirates Stadium, Rabu dinihari, 6 Mei 2026. Hasil ini membuat tim asal London tersebut unggul agregat 2-1.

Gol semata wayang dicetak Bukayo Saka pada menit ke-45. Ia memanfaatkan bola rebound hasil tembakan Leandro Trossard yang sempat ditepis kiper Jan Oblak.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Keberhasilan ini menjadi momen bersejarah bagi Arsenal. Ini merupakan final kedua mereka di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa. Sebelumnya, The Gunners kalah dari Barcelona pada final 2006. Pada partai puncak yang akan digelar di Budapest, Hungaria, 30 Mei mendatang, Arsenal akan menghadapi pemenang antara Paris Saint-Germain dan Bayern Munchen.

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyebut kemenangan ini sebagai kemenangan yang luar biasa. “Ini malam yang luar biasa. Kami kembali menciptakan sejarah bersama dan saya tidak bisa lebih bahagia serta bangga terhadap semua orang di klub ini,” kata Arteta, dikutip dari laman resmi klub. Ia juga memuji atmosfer stadion yang dinilainya memberi energi tambahan bagi tim.

Bagi Atletico, kegagalan ini memperpanjang penantian mereka untuk meraih gelar Liga Champions pertama. Di bawah asuhan Diego Simeone, klub asal Madrid itu pernah dua kali mencapai final pada 2014 dan 2016, tetapi selalu kalah dari rival sekota, Real Madrid.

Dalam pertandingan ini, Arsenal mendominasi penguasaan bola di babak pertama, meski kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih dalam laga yang berlangsung ketat. Kebuntuan baru pecah menjelang turun minum lewat aksi Saka. Gol tersebut menjadi gol ke-13 Saka di Liga Champions untuk Arsenal sekaligus menempatkannya dalam daftar pencetak gol terbanyak klub di kompetisi ini.

Musim ini berpotensi menjadi salah satu yang paling spesial bagi Arsenal. Selain selangkah lagi menuju gelar Liga Champions pertama, mereka juga hanya berjarak tiga pertandingan dari gelar Premier League pertama dalam 22 tahun. Peluang itu terbuka setelah Manchester City ditahan imbang 3-3 oleh Everton.

Arsenal kini hanya perlu memenangkan tiga laga tersisa untuk memastikan gelar liga domestik. “Kami merasakan perubahan energi dan kepercayaan diri. Kami harus memanfaatkannya dengan tepat, karena apa yang kami kejar sangat sulit, tetapi kami punya kemampuan dan keyakinan untuk mencapainya,” ujar Arteta.

Saka sendiri memiliki ikatan emosional dengan perjalanan Arsenal di Liga Champions. Ia baru berusia empat tahun ketika Arsenal kalah di final 2006. Kini, sebagai produk akademi klub, ia berpeluang menebus kegagalan tersebut.

Atletico sempat mengajukan beberapa klaim penalti sepanjang pertandingan. Pada menit ke-35, Arsenal meminta penalti setelah Trossard dijatuhkan Antoine Griezmann, namun wasit Daniel Siebert tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Di babak kedua, Atletico kembali dua kali mengklaim penalti, masing-masing saat Giuliano Simeone dan Griezmann terjatuh di kotak penalti, tetapi semua klaim tersebut ditolak.

Arsenal sempat memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan melalui Viktor Gyokeres pada menit ke-66, namun tembakannya melambung di atas mistar. Laga ini juga menandai penampilan terakhir Griezmann di Liga Champions bersama Atletico sebelum kepindahannya ke Orlando City pada musim panas mendatang.

Arsenal kembali menunjukkan soliditas lini pertahanan. Mereka mencatat nirbobol di kandang dalam tiga fase gugur dan hanya kebobolan empat gol sepanjang kompetisi musim ini. Arsenal juga melaju ke final tanpa terkalahkan. “Ini lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Pertandingan ini penuh tekanan dan sangat berarti bagi kedua tim, tetapi kami mampu mengelolanya dengan baik dan mencapai final,” ujar Saka.

Simeone Enggan Salahkan Wasit

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, menegaskan tidak ingin menyalahkan keputusan wasit meski timnya tersingkir. Pada menit ke-56, Atletico sempat melayangkan protes ketika Griezmann dijatuhkan oleh Riccardo Calafiori di dalam kotak penalti. Namun, wasit Daniel Siebert mengabaikan klaim tersebut dan justru memberikan tendangan bebas kepada Arsenal setelah menilai terjadi pelanggaran lebih dulu oleh Marc Pubill.

“Saya tidak akan fokus pada hal sederhana seperti insiden Griezmann. Itu jelas pelanggaran, tetapi wasit melihat pelanggaran lebih dulu,” kata Simeone, dikutip dari ESPN. “Saya tidak ingin menjadikannya alasan. Itu hanya akan menjadi pembenaran.”

Simeone mengaku tetap merasa tenang karena timnya telah memberikan segalanya. Atletico pun harus menutup musim tanpa gelar, setelah sebelumnya juga gagal di Copa del Rey dan tertinggal dari Barcelona serta Real Madrid dalam perburuan gelar liga.

Meski demikian, ia menilai timnya tetap menunjukkan perkembangan signifikan di kompetisi Eropa musim ini. “Kami berkembang dalam banyak aspek. Klub ini kini diakui di Eropa dan dunia. Namun, para penggemar ingin menang. Semifinal saja tidak cukup,” ujarnya.