KBRI Tunis gelar diskusi buku Gus Dur soroti kemanusiaan, perdamaian

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tunis menggelar diskusi buku karya Abdurrahman Wahid berjudul Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita dalam Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40, menyoroti relevansi pemikiran Gus Dur tentang keislaman dalam konteks kebangsaan.

“Buku Islamku, Islam Anda, dan Islam Kita merupakan karya penting dalam membentuk cara berpikir keislaman yang bertujuan membangun rasa kebangsaan dan kemanusiaan,” ujar Duta Besar RI untuk Tunisia Zuhairi Misrawi dalam keterangan pers KBRI Tunis, Minggu.

Zuhairi mengatakan buku tersebut menjadi karya penting dalam membentuk cara berpikir keislaman yang berpijak pada kearifan lokal, nilai kebangsaan, dan kemanusiaan.

Ia menilai pemikiran Gus Dur memberikan pengaruh besar dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk dalam membentuk generasi muda Muslim dan kader Nahdlatul Ulama.

Baca juga: Untag Surabaya tekankan nilai toleransi lewat Kelas Pemikiran Gus Dur

Menurut Zuhairi, gagasan keislaman Gus Dur juga telah memberikan kekhasan bagi Islam Indonesia sehingga pengaruhnya meluas ke berbagai kawasan dunia.

“Pemikiran keislaman Gus Dur telah memberikan kekhasan dan keistimewaan pada Islam Indonesia, sehingga pengaruhnya meluas ke berbagai belahan dunia,” katanya.

Sementara itu, Syaikh Shalahuddin al-Mustawi yang juga menjadi narasumber diskusi menyatakan pemikiran Gus Dur tetap relevan hingga kini karena membawa pesan persaudaraan dan perdamaian.

“Pemikiran Gus Dur sangat relevan dalam konteks keindonesiaan dan kemanusiaan global,” ujarnya.

Indonesia dalam pameran tersebut hadir sebagai tamu kehormatan pada Pameran Buku Internasional Tunisia ke-40 di El Kram, Tunis, Tunisia.

Baca juga: Haul ke-15 Gus Dur, Refleksi kebijaksanaan & warisan pemikiran

Pewarta: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.