Pertandingan derbi sarat tensi antara Orgryte IS melawan IFK Goteborg dalam kompetisi Allsvenskan dihentikan sejak pukul 19.55 waktu setempat akibat insiden kebakaran di tribun penonton pada Senin, 18 Mei 2026. Laga tersebut ditangguhkan setelah api berkobar di sektor penonton klack yang ditempati pendukung IFK Goteborg menjelang akhir babak pertama.
Dilansir dari media Swedia Aftonbladet, sejumlah oknum pendukung IFK Goteborg yang berada di dekat titik api terlihat mengenakan penutup wajah atau topeng. Sebelum penghentian total dilakukan untuk menggelar rapat darurat pertandingan, laga tersebut juga sempat mengalami beberapa kali gangguan singkat sepanjang paruh pertama.
Kericuhan dan penangguhan ini memicu kekecewaan mendalam dari pihak manajemen klub yang bertanding. Kondisi ketidakpastian di dalam stadion dinilai sangat mengganggu kenyamanan para pengunjung, khususnya penonton usia anak-anak.
"Saya memikirkan semua keluarga yang membawa anak-anak," ujar Pontus Farnerud, Direktur Olahraga Orgryte IS saat memberikan keterangan awal kepada TV4.
Pihak manajemen Orgryte IS menyayangkan situasi tunggu yang tidak pasti tanpa adanya kejelasan informasi segera bagi para penonton di stadion. Meski demikian, para pemain tetap berupaya menjaga fokus di ruang ganti sembari memanfaatkan waktu jeda paksa untuk melakukan evaluasi performa tim.
"Seperti yang dirasakan semua orang: frustrasi. Tentu saja menyedihkan. Saya memikirkan semua keluarga yang membawa anak-anak dan sebagainya. Sulit untuk menunggu tanpa mendapatkan kepastian. Para pemain sampai batas tertentu sudah terbiasa dengan hal ini, tetapi semua orang ingin keluar dan memainkan pertandingan derbi," kata Pontus Farnerud kepada TV4.
Di tengah penundaan tersebut, skuad tuan rumah memanfaatkan momentum di ruang isolasi untuk memulihkan energi fisik dan menyusun strategi baru. Tim kepelatihan memanfaatkan rekaman pertandingan babak pertama untuk mencari celah demi membalikkan keadaan saat laga dilanjutkan.
"Kami telah duduk melihat kembali babak pertama di dalam sana sehingga para pemain bisa melihat pertandingan itu lagi dan mungkin menangkap sesuatu yang dapat membuat kami membalikkan keadaan," ujar Pontus Farnerud.
Suasana panas di tribun ini kontras dengan situasi awal pertandingan yang dimulai dengan aksi boikot suara. Sebelum insiden pembakaran terjadi, kelompok suporter kedua tim sempat menyepakati aksi protes bersama dengan melakukan aksi diam total tanpa chants selama sepuluh menit pertama pertandingan sebagai bentuk protes terhadap kepolisian setempat.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·