Kebakaran Kilang Viva Energy Geelong Ganggu Produksi BBM Australia

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Kebakaran besar melanda kilang minyak Geelong milik Viva Energy Group Ltd di Australia tenggara pada Rabu (15/4/2026) malam, yang mengakibatkan pengurangan kapasitas produksi bahan bakar nasional secara signifikan. Peristiwa ini memicu kekhawatiran krisis pasokan di tengah ketegangan pasar energi global akibat konflik di Timur Tengah.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, perusahaan menyatakan pada Kamis (16/4/2026) bahwa fasilitas tersebut tetap beroperasi dengan kapasitas terbatas sambil melakukan evaluasi kerusakan. Meskipun produksi bensin dan bahan bakar penerbangan (avtur) terdampak, pihak manajemen mengeklaim belum ada gangguan langsung pada distribusi ke konsumen.

Kilang Geelong memiliki peran krusial dengan kapasitas pengolahan mencapai 120.000 barel minyak mentah per hari. Fasilitas ini menyuplai sekitar 50 persen kebutuhan bahan bakar di negara bagian Victoria dan menyumbang 10 persen dari total permintaan nasional Australia.

Dinas Pemadam Kebakaran Victoria melaporkan bahwa api berhasil dipadamkan tak lama setelah tengah hari waktu setempat pada Kamis. Seluruh staf dilaporkan selamat, namun petugas pemadam kebakaran tetap disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

CEO Viva Energy, Scott Wyatt, menjelaskan bahwa dua unit kilang telah dinonaktifkan sepenuhnya untuk alasan keamanan. Unit yang terdampak berfungsi mengubah gas petroleum cair (LPG) menjadi bahan campuran bensin standar, sementara unit lainnya beroperasi pada tingkat minimum.

"Kami hanya akan mulai meningkatkan produksi lagi setelah kami yakin bahwa kami dapat melakukannya dengan aman," ujar Scott Wyatt, CEO Viva Energy. Ia menambahkan bahwa kekurangan produksi akan ditutupi melalui program impor yang telah dijadwalkan untuk beberapa bulan ke depan.

Analis Jefferies Financial Group Inc, Michael Simotas, menilai risiko kekurangan pasokan memang meningkat, namun pasar bensin yang cukup longgar serta bantuan importir lain diharapkan dapat meminimalkan dampak ritel. Sebaliknya, analis IEEFA Kevin Morrison memperingatkan bahwa ketergantungan pada impor dari Asia dapat memicu kenaikan harga karena pasokan internasional sedang terbatas.

Insiden ini juga menyoroti kerentanan struktural Australia yang telah mengurangi kapasitas penyulingan domestik dalam beberapa dekade terakhir. Usia kilang yang dibangun sejak tahun 1950-an disebut menjadi salah satu faktor risiko teknis dalam operasional pengolahan minyak bersuhu tinggi.

Perdagangan saham Viva Energy saat ini dihentikan sementara hingga Senin pekan depan. Perusahaan diharapkan segera memberikan pengumuman lanjutan mengenai dampak finansial dan operasional menyeluruh akibat kebakaran tersebut sebelum lantai bursa kembali dibuka.