Kebijakan Danantara Berpotensi Menggerus Margin Laba Eksportir

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Kebijakan pembentukan Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai badan ekspor terpusat untuk komoditas dinilai berisiko meningkatkan beban biaya bagi perusahaan eksportir, termasuk emiten di Bursa Efek Indonesia. Hal ini disampaikan berdasarkan riset dari Samuel Sekuritas Indonesia pada Kamis (21/5/2026), sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Juan Harahap memaparkan sejumlah dampak finansial yang berpotensi memengaruhi kinerja para pelaku usaha ekspor akibat aturan baru tersebut.

"Secara finansial, risiko penurunan dapat berasal dari harga jual rata-rata yang lebih rendah, potensi kerugian selisih kurs karena transaksi dengan BUMN diperkirakan menggunakan rupiah, serta adanya biaya jasa pihak lawan transaksi yang dikenakan oleh Danantara, yang semuanya berpotensi menekan margin perusahaan eksportir," kata Juan dalam risetnya, dikutip Kamis (21/5/2026).

Selain faktor finansial, penambahan tahapan birokrasi dalam mekanisme ekspor satu pintu ini juga diproyeksikan menimbulkan risiko dari sisi operasional perusahaan.

"Dari sisi pelaksanaan, waktu tunggu yang lebih lama akibat tambahan lapisan birokrasi juga dapat menjadi risiko penurunan," ujar Juan.

Kendati demikian, dampak kebijakan ini diprediksi tidak merata. Perusahaan yang memiliki eksposur pasar domestik lebih besar dinilai lebih kebal terhadap perubahan ini, contohnya PTBA, BUMI, INDY, NSSS, dan BWPT.

Penerapan kebijakan ekspor satu pintu melalui Danantara Sumberdaya Indonesia sendiri bakal berjalan dalam dua tahapan waktu. Tahap pertama akan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026, di mana eksportir swasta wajib menyalurkan kontrak ekspor-impor melalui BUMN untuk proses clearance, meski proses pra dan pasca-clearance sebagian masih ditangani mandiri.

Selanjutnya, tahap kedua akan dimulai pada September 2026. Pada fase final ini, BUMN akan bertindak sebagai satu-satunya pihak yang bertransaksi langsung dengan pembeli dari luar negeri.