Bayern Muenchen resmi tersingkir dari Liga Champions 2025-2026 setelah mencatat hasil imbang 1-1 melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada laga leg kedua semifinal, Kamis (7/5) dini hari WIB. Hasil di Allianz Arena tersebut membuat Die Roten kalah agregat tipis 5-6.
Kekalahan agregat ini memperpanjang catatan buruk raksasa Jerman tersebut yang telah absen dari partai puncak kompetisi tertinggi Eropa selama enam musim berturut-turut. Sebaliknya, PSG berhasil melaju ke final untuk kedua kalinya secara beruntun setelah menjadi juara pada musim sebelumnya.
Pertandingan dimulai dengan tekanan bagi tuan rumah saat Ousmane Dembele mencetak gol cepat untuk PSG pada menit ketiga. Bayern Muenchen yang kesulitan membongkar pertahanan tim tamu baru bisa menyamakan kedudukan melalui Harry Kane saat memasuki masa tambahan waktu babak kedua.
Bek tengah Bayern Muenchen, Jonathan Tah, menyatakan bahwa jalannya pertandingan mungkin akan menunjukkan hasil berbeda apabila timnya mampu mencetak angka lebih cepat. Pemain berusia 30 tahun tersebut menilai efektivitas lawan menjadi pembeda dalam dua pertemuan semifinal ini.
"Kedua pertandingan sama-sama sangat ketat. Dua pertandingan itu berbeda, tapi pada akhirnya mereka menang," ujar Jonathan Tah, dilansir dari laman resmi klub.
Tah menyoroti bagaimana strategi bertahan PSG sangat menyulitkan pergerakan barisan penyerang Bayern setelah gol pembuka tercipta. Ia merasa posisi timnya akan jauh lebih menguntungkan jika respon gol balasan tidak datang terlambat di penghujung laga.
"Paris mencetak gol cepat, kemudian bertahan dengan sangat baik. Seandainya saja kami menciptakan gol kami sedikit lebih awal, kami akan berada dalam posisi yang lebih baik," sambung Jonathan Tah.
Meskipun gagal melaju ke Puskas Arena untuk menghadapi Arsenal, Tah tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan rekan setimnya. Ia mengakui bahwa minimnya peluang bersih menjadi kendala utama bagi skuad asuhan Vincent Kompany dalam laga penentuan tersebut.
"Sayang sekali, kami toh tidak memiliki banyak peluang. Sudah jelas ini sangat mengecewakan, tapi Anda memang harus menghadapi berbagai situasi yang berbeda untuk meraih kesuksesan. Kurasa kami bisa merasa bangga dengan cara kami bermain," tambah Jonathan Tah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·