Menteri Koordinator Bidang Perekonomian selaku Ketua Dewan Nasional KEK Airlangga Hartarto telah meninjau pengembangan KEK Kura Kura Bali dan KEK Sanur. KEK Kura Kura ditarget bisa menjadi Indonesia Financial Center (IFC).
Pengembangan KEK Kura Kura menjadi IFC merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia tengah mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK Sektor Keuangan di Bali.
“Yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan pendirian pusat keuangan, mulai dari skema pengelolaan hingga fasilitas yang dapat menarik investor global,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (⅘).
Ke depan, pengembangan KEK Kura Kura Bali akan dilanjutkan melalui penyelesaian sejumlah proyek strategis pada tahun 2026.
Adapun sampai Triwulan I 2026, KEK Kura Kura Bali telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.
Sementara untuk KEK Sanur, Airlangga menjelaskan pengembangan yang akan dilakukan di sana adalah ekosistem health touris. Hal ini merupakan upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan kelas dunia.
Adapun salah satu fasilitas unggulannya adalah Bali International Hospital (BIH) yang telah beroperasi sejak April 2025.
Sampai Triwulan I 2026, jumlah kunjungan pasien ke sana tercatat sebanyak 14.950 orang, terdiri atas 60 persen Warga Negara Asing (WNA) dan 40 persen Warga Negara Indonesia (WNI)
Nantinya juga akan ada The Solitaire Clinic di sana yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026 dengan menghadirkan layanan cosmetic surgery, medical aesthetics, body contouring, hair transplant, serta antiaging stem cell therapy.
Secara kumulatif, hingga Triwulan I 2026, KEK Sanur mencatat realisasi investasi sebesar Rp 5,37 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 5.444 orang, serta kunjungan wisatawan sebanyak 279.804 orang.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·