Keluarga Korban Pengeroyokan di Bantul Diduga Diintimidasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

KELUARGA IDS, 16 tahun, korban tewas akibat pengeroyokan di Bantul, Yogyakarta, diduga mengalami intimidasi. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) kini mendampingi keluarga tersebut.

Dugaan intimidasi itu diungkap oleh komisioner KPAI, Diyah Puspitarini. “Keluarga merasa terintimidasi, komisioner juga melihat sendiri ada gerak gerik yang mencurigakan oleh dua orang di dekat rumah anak korban,” ucap dia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Diyah mengatakan keluarga IDS belum mendapatkan bantuan hukum dan pendampingan psikologis, terutama untuk ibu korban. 

Saat ini keluarga IDS berencana akan meminta bantuan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). “Karena adanya intimidasi," kata Diyah.

Diyah menyayangkan proses hukum di kepolisian yang dinilai lamban. Hingga saat ini, polisi baru menangkap dua orang terduga pelaku. “Sementara ada tujuh orang versi pelaku dan sepuluh orang versi keluarga korban,” ujar Diyah.

KPAI menilai aparat hukum seharusnya mengacu pada pasal 59A Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Pasal itu menyatakan bahwa proses penanganan kasus harus cepat; serta korban harus mendapatkan pendampingan psikologis, bantuan sosial, dan pelindungan hukum.

Mengutip dari Antara, pengeroyokan ini terjadi saat IDS sedang berada di rumah lalu dijemput oleh dua orang menggunakan sepeda motor pada Selasa malam, 14 April 2026. IDS dibawa ke halaman belakang salah satu SMA Negeri di Bantul.

Korban kemudian diduga mengalami pengeroyokan. Jumlah pelaku diperkirakan ada sepuluh orang, yang terdiri dari orang dewasa dan usia anak. 

Polres Bantul telah menahan dua terduga pelaku, yaitu YP, 21 tahun; dan BLP, 18 tahun. Saat ini Polres Bantul bersama Polda DIY masih mengejar pelaku lainnya.

Tempo telah meminta konfirmasi kepada Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY, Komisaris Besar Ihsan, namun ia belum merespons hingga berita ini ditayangkan.