Keluarga muda kini mulai beralih menggunakan fitur kantong digital dalam satu aplikasi perbankan untuk mengatasi masalah kebocoran anggaran bulanan. Langkah ini diambil guna memisahkan dana kebutuhan harian dengan tabungan jangka panjang secara lebih praktis tanpa beban biaya administrasi tambahan.
Metode ini diterapkan oleh Dian, seorang ibu bekerja yang sebelumnya mengalami kesulitan mengontrol pengeluaran akibat mencampur seluruh dana dalam satu rekening. Seperti dilansir dari Money, penggunaan fitur ini membantu memantau alur keluar masuknya uang keluarga secara lebih transparan.
"Tantangan utamanya biasanya memastikan semua kebutuhan terpenuhi tanpa kebablasan, apalagi kalau pengeluaran lagi banyak," kata Dian.
Dian menjelaskan bahwa sistem ini jauh lebih efektif dibandingkan membuka banyak rekening manual yang justru membebani keuangan. Melalui pembagian pos-pos kebutuhan dalam satu aplikasi, pengawasan anggaran menjadi jauh lebih ketat.
"Jadi lebih kelihatan alurnya, uangnya dipakai ke mana aja, dan lebih gampang ngontrol pengeluaran," ucap Dian.
Selain untuk keperluan pribadi, ia memanfaatkan fitur berbagi kantong untuk keperluan bersama orang lain. Fitur ini memungkinkannya mengelola dana liburan bersama suami hingga keperluan sosial lainnya.
"Seru banget, bisa arisan sama teman. Dan waktunya pun tidak perlu ketemu lho, kocok arisannya langsung di fitur sharing itu," ungkap Dian.
Perencana keuangan Andi Nugroho menjelaskan pada Senin (4/5/2026) bahwa kebocoran anggaran jamak terjadi karena pemasukan yang terlalu pas-pasan dibanding pengeluaran. Kompleksitas kebutuhan setelah berkeluarga menjadi faktor utama munculnya biaya-biaya tidak terduga.
"Secara general kita bisa bilang karena penghasilannya lebih sedikit dibandingkan pengeluarannya, atau penghasilannya begitu ngepas dibandingkan dengan pengeluarannya," ungkap Andi Nugroho, Perencana Keuangan.
Andi menambahkan bahwa kebocoran sering berasal dari pos kecil yang sulit diprediksi seperti kebutuhan mendadak anak atau biaya sosial di masyarakat. Undangan pernikahan dan uang tali asih menjadi contoh pengeluaran yang kerap mengganggu stabilitas anggaran.
"Ada kemungkinan kebocorannya di kebutuhan-kebutuhan anak seperti uang jajan anak, ataupun apabila ada kebutuhan pemeliharaan kesehatan yang mendadak, serta ada kemungkinan timbulnya biaya-biaya sosial dari masyarakat seperti banyaknya undangan pernikahan yang harus dihadiri, uang tali asih bila ada warga yang kedukaan," beber Andi Nugroho.
Meski demikian, setiap keluarga disebut memiliki pola pengaturan yang berbeda dan tidak bisa diseragamkan. Konsistensi dalam menjalankan sistem yang dipilih menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan finansial rumah tangga.
"Ada yang sistemnya semua kebutuhan keluarga dicover dari penghasilan suami, lalu penghasilan istri difokuskan untuk ditabung dan diinvestasikan. Mana yang dipilih, tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keluarga tersebut masing-masing," ucap Andi Nugroho.
Head of Retail Banking Brand and Marketing Bank Jago Michael Hartawan menyebutkan pada Selasa (5/5/2026) bahwa masalah utama rumah tangga adalah kurangnya disiplin dalam mengelola dana harian. Pencampuran dana harian dengan tabungan sering kali menggagalkan tujuan finansial jangka panjang.
"Akibatnya, dana kebutuhan harian tercampur dengan tabungan, rencana jangka panjang sering terpakai, dan akhirnya tujuan finansial jadi tidak tercapai," ungkap Michael Hartawan.
Hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 43,2 juta kantong telah digunakan oleh 15,2 juta nasabah aplikasi Bank Jago. Rata-rata nasabah memiliki tiga kantong berbeda untuk memisahkan pengeluaran rutin, tagihan, hingga dana musiman seperti kebutuhan Lebaran.
"Jadi bukan karena tabungan biasa tidak cukup, tapi karena kebutuhan nasabah sudah berkembang. Mereka butuh tools yang tidak hanya bisa menyimpan uang, tapi juga membantu mengelolanya secara lebih terarah dan relevan dengan gaya hidup digital," jelas Michael Hartawan.
Pemisahan dana yang terstruktur dinilai mempermudah konsistensi dalam melakukan proses penganggaran. Michael juga menyoroti keunggulan fitur kantong bersama yang mendukung transparansi dalam pengelolaan keuangan kolektif bagi pasangan maupun komunitas.
"Setiap pihak bisa melihat, menggunakan, dan berkontribusi sesuai kesepakatan yang dibuat," tutur Michael Hartawan.
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·